UAS : Politik Bagian Terpenting Dalam Kehidupan Umat


author photo

4 Jul 2018 - 17.53 WIB


BIREUEN --- Politik menjadi bagian terpenting dalam kehidupan umat manusia, mengingat melalui kebijakan politis maka dapat tercipta kepentingan masyarakat luas. Khususnya, untuk menjawab berbagai tantangan zaman di era globalisasi, demi menegakkan aturan dan tatanan hidup sesuai syiar Islam. Demikian disampaikan Ustad Abdul Somad Lc MA, dihadapan ribuan jemaah Tabligh akbar di Lapangan Paya Kareueng, Rabu (4/7).

Menurut da'i kondang ini, politik kini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan setiap umat. Karena, dalam setiap langkah serta ibadah sangat dipengaruhi oleh politik melalui kebijakan, yang mendukung kebutuhan lahir dan batin bagi setiap individu pada suatu negara. Sehingga seluruh lapisan masyarakat di tanah air, diharapkan senantiasa ikut berpartisipasi memberikan aspirasi politiknya. Terutama, melalui jalur pentas demokrasi yang segera dilaksanakan April 2019 mendatang.

"Dalam kehidupan ini, politik sangat berperan penting untuk membangun masa depan dan menata kehidupan umat manusia. Termasuk, menjamin kebebasan beribadah sesuai konteks Islam. Jadi politik tidak bisa terpisahkan dalam hidup masyarakat yang adil dan beradab," ungkap UAS.

Tabligh akbar bertajuk "Merajut Kebersamaan Dalam Berpolitik Yang Islami" itu, UAS juga mengingatkan seluruh lapisan masyarakat, untuk selalu siap menentukan dan memilih calon pemimpin yang memiliki kepedulian tinggi terhadap Islam dan kemajuan bangsa. Sehingga, kelak mampu melahirkan sosok pemimpin umat yang benar-benar siap berjuang dijalan kebenaran, sesuai perintah agama.

UAS menandaskan, politik itu adalah suatu keniscayaan untuk memperkokoh syariat Islam. Dia juga menyampaikan pesan imam besar FPI, Habib Rizieq Shihab tentang sikap politik umat Islam terhadap pemilihan Presiden 2019, agar menunggu keputusan ulama dalam menentukan sosok yang ideal untuk memimpin bangsa ini di masa mendatang.

"Kita akan memasuki tahun politik, mulai pemilihan DPRK, DPRD, DPR RI, DPD dan Presiden. Saya menghimbau, seluruh masyarakat agar menggunakan hak pilihnya yang sesuai hati nurani, serta menjauhi money politic dan tidak Golput," tegas UAS.

Ketua Penyelenggara Tabligh akbar, H Ruslan M Daud dalam sambutannya pada acara itu mengatakan, kegiatan itu merupakan ajang silaturahmi demi memperkuat ukhwah islamiah. Tujuannya, untuk mempersatukan seluruh umat di Kabupaten Bireuen meski diantara idelogi politik yang berbeda-beda.

Menurut Ketua DPC Gerindra ini, setiap masyarakat memiliki peran penting dalam menentukan masa depan secara politik. Khususnya, selaku pemegang mandat melalui pentas demokrasi rakyat. Sehingga, hak politik tersebut benar-benar diberikan kepada orang-orang yang diangap tepat, untuk menyuarakan kepentingan masyarakat. Bukan dipilih karena pertimbangan banyaknya pemberian agar dipilih, karena hal itu justru akan merugikan kepentingan rakyat secara jangka panjang.

"Misalkan kita pangkas rambut di Bireuen hanya Rp 25 ribu dan di Medan Rp 350 ribu, bukan berarti yang mahal itu lebih baik. Begitulah yang dapat kita maknai di dalam politik, tidak memilih karena memberi sesuatu dengan harga tinggi, supaya kelak tidak menimbulkan penyesalan dikemudian hari," ujarnya.

H Ruslan M Daud yang sekaligus Ketua DPD Aksi Kesetiakawanan Sosial Indonesia Raya (Aksira) Aceh, juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan itu. Sehingga Tabligh akbar berlangsung tertib, lancar dan aman di Kabupaten Bireuen. 

Usai tabligh akbar, acara dilanjutkan halal bi halal dan kenduri bersama di kediaman H Ruslan M Daud di komplek Meuligoe Residence, serta dirangkai dengan peusijuek UAS.(**)    
Bagikan:
KOMENTAR