Rutinitas Malam Jumat di Gampong Terpencil


author photo

8 Jul 2018 - 19.38 WIB


Pijay --- Pengajian rutin tiap malam jumat di desa terpencil, Sarah Mane, kecamatan Meurah Dua, kabupaten Pidie Jaya. Pantauan media Radar Aceh.Com, dilokasi tersebut, Kamis (5/7/2018).

Desa paling ujung di kecamatan Meurah Dua, kabupaten Pidie Jaya ini berpenduduk 71 KK yang 99% bermata pencaharian Petani memang hidup rukun dan damai. Namun kesosialannya dalam bermasyarakat yang perlu diapresiasikan.

Buktinya, mereka membangun mesjid dengan cara menyumbang beras 2,5 ons setiap Kepala Keluarga tiap minggu sekali, yang dikutip oleh panitia yang sudah dibentuk.

Geuchik kepala desa, Khairuddin kepada media ini menceritakan liku-liku membangun mesjid yang sudah berjalan hampir sepuluh tahun. Saat ini baru berjalan pembangunannya sekitar 5%, yaitu baru tahap pembangunan tiang.
Dana yang diperoleh berupa swadaya masyarakat dan sumbangan hamba Allah di luar gampong Sarah Mane. Dalam hal ini, geuchik juga mengharap uluran tangan para penderma lainnya untuk mesjid di desanya.

Pada setiap malam Jumat, masyarakat mengikuti pengajian rutin di balai pengajian dengan mengundang seorang guru yang ahli dibidang Tasauf, Tauhid dam Fiqih.

Geuchik kepala desa juga mengatakan bahwa pada pengajian malam Jumat memang banyak yang datang, selain karena berdekatan dengan warung, juga metode yang diajari oleh guru kami juga mudah kami tanggapi.

"Sebagai masyarakat yang awam, kami sangat mudah menanggapi ilmu yang disi'arkan oleh guru kami. Beliau bisa membaca tingkatan cara pemahaman kami, maka biliau mengajar menurut daya tangkap kami. Pendeknya, guru kami menguasai kondisi dan habitat kami, maka banyak yang mau hadir.
Namun ada juga beberapa orang yang memang tidak mau ikut pengajian. Itu lumrah, dimana saja tetap ada yang malas mendengar siar agama." ucap geuchik.(IA)
Bagikan:
KOMENTAR