Rumah Warga Miskin Roboh Ditimpa Pohon Saat Ditebang Oleh Warga Tetangganya


author photo

11 Jul 2018 - 22.45 WIB


Bireuen --- Satu Rumah 7X8 milik Mawardi (32 Thn) Warga Miskin Gampong Putoh Kec Peusangan Kabupaten Bireuen Roboh ditimpa Pohon disamping rumahnya saat akan ditebang oleh warga tetangga samping rumahnya pada siang harinya pukul 13:10 bertepat setelah Shalat Zudhur, Rabu (11,07/2018).

Menurut Keterangan yang berhasil yang dihimpun oleh pihak media dari pemilik rumah mengatakan. Saat kejadian musibah rumahnya, dia tidak berada di rumah sedang kerja bangunan, setelah itu dapat panggilan telepon dari Istrinya Nurhayati, bahwa rumahnya barusan rumahnya roboh tertimpa pohon "Bak Joek" ke rumahnya yang ditebang oleh warga tetangganya dengan Sincow yang tidak sanggup ditarik lagi akibat tekanan pohon tersebut yang tidak seimbang dengan yang menarik dibawah supaya tidak tertimpa pohon kerumah milik Mawardi. Sehingga nahas tersebut tidak bisa dielakan pihak yang menebang pohon tersebut turut prihatin atas musibah jatuh pohon tersebut ke rumah mawardi.

Meskipun telah merusakan satu unit rumah mawardi yang tidak bisa lagi digunakan untuk tempati. Sedangakan 3 orang anaknya berhasil diselamatkan oleh istrinya.

Setelah itu dia tanyak bagaimana keadaan anak anak apa selamat dan istrinya selamat, Alhamdulillah selamat. Sedangkan satu unit rumahnya tidak bisa digunakan lagi untuk ditempati bersama anak dan keluarganya dan untuk sementara menginab di rumah orang tuanya di Gampong Putoh Juga ,"Sebut Mamawardi.

Sementara dari Pemerintah Daerah Bireuen melalui Dinas Sosial hingga sore saat pihak media meliput ke TKP belum menerima bantuan apa apa terhadap musibahnya robohnya rumah warga miskin beranak 3 saat  kelapangan melihat istrinya  Mawardi bernama Nurhayati 31 tahun pun sedang hamil muda 3 bulan dan sedih atas musibah robohnya rumah yang menimpa keluarganya siang tadi",Terang Mawardi.

Saya tidak lagi membesarkan masalah ini kepihak penegak hukum dan kita anggab ini suatu musibah dari Allah Swt yang disebabkan oleh manusia. Cukup pihak orang Tua Gampong atau pihak Pemerintah Desa Gampong Putoh Dengan cara Damai Kekeluargaan supaya bisa mencari Solusi bagaimana bisa menyelesaikan secara baik dan benar dengan mengganti gubuk atau rumah kami bersama anak dan 3 orang anak kami bisa berteduh kembali itulah harapan kami. 

Atas musibah yang menimpa rumah kita saya minta kepada masyarakat lainya, harus cukup hati hati kedepan bila ada pohon yang berdekatan dengan rumah tetangganya secepatnya ditebas sebelum besar supaya bisa dipotong dan ditebang, jangan sampai harus besar baru ditebang,karena sangat fatal beresiko seperti yang saya alami cukup saya saja yang mengalaminya yang mengalamimmusibah begini. ",Cetus Mawardi.

Apalagi rumah kami yang roboh musibah ini, kami bangun dulu sangat pahit dan sulit dengan hasil kerja keras kita sisihkan sedikit demi sedikit sebagai kuli bangunan demi bisa kami berlindung dan berteduh bersama keluarga istri dan anak kami  3 orang masih kecil dan 2 perempuan. Nomor satu yang tua baru sekolah kelas 2 SD Krueng Baroe Kec Peusangan,"Tutup Mawardi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak media belum berhasil melakukan comfirmasi kepada pihak Kepala Desa  Gampong Putoh Setempat.(Red).

Bagikan:
KOMENTAR