Mengenal Lebih Dekat Sosok Iptu Riski Adrian di Balik sukses Mengungkap Sederet Kasus di Aceh


author photo

19 Jul 2018 - 15.49 WIB


RADAR ACEH | Bireuen Iptu Riski Adrian kasat Reskrim Polres Bireuen anak dari pasangan Yulmi dan Junaida dibesarkan di Batam Kepulauan Riau mempunyai kisah tersendiri sebelum lulus di Akademi Kepolisian (Akpol) Republik Indonesia.

memang dirinya dilahirkan dari keluarga yang berlatar belakang abdi negara (PNS).

Pada beberapa hari lalu senin (16/7/2018) di ruangan kerja nya di Polres Bireuen berbincang dengan awak media, Kasat Reskrim Polres Bireuen yang kini telah di ditempatkan sabagai Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe.

Saat itu, awak media ini mencoba mengenal lebih dekat dengan sosok Iptu Riski Adrian S.IK Pemuda ganteng yang bersuku melayu.

Riski yang kerap disapa, mengawali karir di tubuh kepolisian masuk Akpol pada tahun 2009 dan lulus 2012.

Dilanjutkan dengan menempuh pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) lulus pada tahun 2013. Setelah lulus Riski ditempatkan di Polres Aceh Barat.

"Sebelum bertugas ke Aceh ibu berpesan agar dirinya rajin beribadah karena daerah bersyariat islam bahkan sempat diberikan kain sarung sebelum berangkat ke daerah julukan serambi mekkah itu,"kata Riski

Pemuda kelahiran 12 Juni 1991 kelurahan Air Molek, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau mengikuti pendidikan mulai Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Batam Kepulauan Riau.

Saat tugas di Polres Aceh Barat jabatan pertama di duduki Riski sebagai Kanit Binmas Polsek Johan Pahlawan selanjutnya ia dipercaya menjabat sebagai Kaur Bin Ops Sat Binmas Polres Aceh Barat.

Setelah beberapa bulan disana selanjutnya Riski dipromosi menjadi KBO Satlantas Aceh Barat, tak lama kemudian ia dipindah tugas menjadi Kapolsek Kaway XVI.

"Saat jadi Kapolsek saya pernah masuk salah satu TV Swasta One di program " Menyingkap Tabir" karena berhasil mengungkap kasus pembunuhan ibu dan anak," Kenang Riski.

Siapa bisa menebak takdir ilahi, tenyata di balik kesuksesan polisi muda yang berpangkat Inspektur Polisi Satu (Iptu) di Korp Bhayangkara, dahulunya tidak memiliki cita-cita untuk menjadi seorang polisi.

Setelah lulus SMA Negeri 3 Batam Riski tidak mempunyai cita-cita menjadi polisi.

Anak dari ke empat bersaudara tersebut dahulunya mempunyai cita-cita menjadi dokter. Bahkah dirinya telah melamar di dua kampus Kedokteran, yang ada di Palembang dan Padang.

Sambilan menunggu hasil pengumuman di Fakultas Kedokteran, masa jedah selama tiga bulan menunggu pengumuman di Fakultas kedokteran bulan Agustus. Bulan Juni dan Juli saya ikut tes Akpol dan IPDN.

Tak lama bertugas di Polres Aceh Barat lebih kurang dua tahun, selanjutnya Riski Adrian dipromosi sabagai Kasat Reskrim Polres Aceh Jaya.

Saat menjabat sebagai Kasat Reskrim Aceh Jaya Riski bersama timnya berhasil membekuk salah seorang anggota kelompok Din Minimi yaitu (Abu Rimba).

Tahun 2016 Riski dipindah tugas menjadi Kasat Reskrim Polres Bireuen, setelah menjalankan tugas satu tahun lebih di wilayah hukum Polres Bireuen, Riski juga berhasil membongkar sejumlah kasus diatara.

menyikat pelaku sedikat curanmor yang meresahkan masyarakat dan menangkap pelaku pembunuhan di kutablang dalam waktu singkat, serta berhasil meringkus pelaku pembacokan di peusangan dalam waktu 1× 24 jam dan banyak kasus krimal lainnya yang berhasil dibongkar di Bireuen. 

Kapolda Aceh melalui surat telegram Nomor ST/467/VII/KEP.3../2018 Tanggal 05-07-2018. Pemuda ganteng secara resmi dimutasi sebagai Kasat Reskrim Polres Lhoksemawe.(Fau)
Bagikan:
KOMENTAR