M.Daud Syah: Koptan Tacimita Diduga Palsukan Tandatangan Petani Atau Mau Menjebak Bupati Aceh Utara


author photo

13 Jul 2018 - 10.30 WIB


Aceh Utara --- M. Daud Syah ketua Kopbun Wareeh Nanggroe Bina Nusantara saat di komfirmasi mengatakan putusan PTUN yang saya terima sangat saya hargai dan hormati, termasuk terhadap putusan Bupati Aceh Utara yang diberikan kepada Koptan Tacimita, Jum,at (13/07).

Namun lokasi tanah perkebunan untuk petani peserta peumakmu Gampong program revitalisasi perkebunan komoditi karet seluas 9307 Ha dikurangi untuk Gampong Teupin Rusep yang akan bergabung dengan koperasi pertanian Tacimita 254.15 Ha yang letak lokasi bukan digampong Teupin Rusep tetapi letaknya terpisah dengan lokasi kebun karet di Teupin Rusep dan lahan 9307 Ha tanah negara bebas (APL), sedangkan lokasi tanah petani di Gampong Teupin Rusep tanah milik masyarakat seluas 1.771 Ha, khusus untuk pelaksanaan pembangunan program revitalisasi peumakmu Gampong 1007 Ha yang siap dibangun oleh mitra usaha Kopbun Wareeh Nanggroe Bina Nusantara (PTPN3, NI) Hanya 254,15 Ha.

Lanjutnya keputusan Bupati Aceh Utara untuk koptanTacimita bukan kebun karet yang ada di gampong Teupin Rusep karena letak lokasi tanah Teupin Rusep terpisah antara lokasi 9.307.Ha dengan tanah masyarakat perkebunan karet yang ada di Teupin Rusep,"jelasnya.

Tambahnya lagi Bupati Aceh Utara menyerahkan SK kepada Koptan Tacimita tidak ada dasar hukum dikarenakan keputusan sepihak dan tidak pernah ada kordinasi dengan saya sebagai ketua Kopbun Wareeh Nangroe Bina Nusantara M.daud Syah.

Tegasnya lagi saya tidak pernah melakukan pertemuan atau pun musyawarah baik pun mufakat dengan pihak Tacimata,"tegasnya lagi.

Ketua Kopbun WNBN mengatakan keputusan Bupati Aceh Utara di sesuaikan dengan surat kelompok tani nomor istimewa /2014 yang semua isinya bisa dibawa keranah pidana, dengan melakukan pemalsuan tandatangan para petani perkebunan karet di Gampong Teupin Rusep dan memfitnah Kopbun WNBN dengan tidak ada bukti yang otentik dalam hal tersebut. 

Sebutnya lagi Koptan Tacimita dengan memalsukan tanda tangan petani mau menjebak Bupati Aceh Utara ? atau memang Bupati yang menyuruh nya ?

Selanjutnya penderesan karet oleh koptan Tacimita di gampong Teupin Rusep tetap dilarang oleh koperasi perkebunan Wareeh Nanggroe Bina Nusantara,"tutunya (R)
Bagikan:
KOMENTAR