186 Penerima Dana Rumah Korban Gempa Pijay, Sepakat Kembalikan Uang ke Kas Negara


author photo

19 Jul 2018 - 22.05 WIB


Pijay --- Sebanyak 186 Kepala Keluarga (KK) penerima dana rehabrekon rumah korban gempa menanda-tangani pengembalikan uangnya ke Kas Negara (BPBD) sedangkan 87 penerima (Kepala Keluarga) tidak mengembalikannya, tapi langsung menerima dan bahkan ada yang sudah membuat bangunan rumahnya.

Acara Penanda-tangani pengembalian uang tersebut dilakukan di pendopo bupati Pijay, yang dihadiri bupati Pidie Jaya, H. Aiyub Abbas, Ketua BPBD H.M.Nasir, S.Pd, Petugas BRI Ulee Gle, para penerima rumah rehabrekon beserta sejumlah wartawan, Kamis (19/7/2018).

Adapun alasan pengembalian uang tersebut karena perbedaan data survey tentang kategori kerusakan rumah korban. Pada saat pendataan awal rumah tersebut tergolong dalam kategori Rusak Sedang (RS), namun pada saat pendataan berikutnya ternyata rumah tersebut Rusak Berat (RB) disebabkan gempa susulan.

Pemerintah pusat mengalokasikan dana untuk kondisi rumah rehabrekon yang rusak berat Rp.40 juta dan yang rusak sedang Rp.20 juta. Dari 131 penerima yang kondisi rumahnya rusak berat, hanya 5 KK yang mau menerima dana tersebut dan ada yang telah mengerjakan pembangunan rumahnya. Sedangkan sisanya sebanyak 126 menolak karena menunggu kuncuran dana standar rehabrekon Rp.85 juta.

Sementara bagi yang Rusak Sedang sebanyak 142 KK, mendapat bantuan Rp. 20 juta, juga 82 KK saja yang bersedia menerima dan malah ada yang sudah mengerjakan bangunan rumahnya. Sedangkan sisanya 60 KK menolak karena kondisi rumah mereka termasuk kategori Rusak Berat akibat gempa susulan. Mereka juga mengharap kuncuran dana rehabrekon standar yang Rp.85 juta.

Bagi yang menolak karena tidak sesuai dengan kondisi rusak rumahnya, baik yang Rp.40 juta maupun yang Rp.20 juta, dua-duanya hari ini me gembalikan uangnya ke kas Negara melalui bank BRI Ulee Gle, karena akan menerima transfer baru yaitu Rp.85 juta, disaksikan kapolsek mereka masing-masing.

Kepala BPBD Pidie Jaya, H.M.Nasir, S.Pd menjelaskan bahwa pengembalian uang tersebut hanya tukar-gulir dari Rp.40 juta dan Rp.20 juta menjadi Rp.85 juta.

"Pengembalian uang tersebut sebagai bukti bahwa penerima bantuan rumah korban gempa bersabar menunggu hasil lobi pemerintah kabupaten Pidie Jaya ke pusat karena jika pemerintah berpedoman pada data awal, maka sangat banyak rumah yang rusak berat hanya terdata sebagai rusak sedang.

Bukan hanya itu, lanjut M.Nasir, untuk bantuan rumah rusak beratpun hanya mendapat Rp.40 juta, tapi berkat kebijakan bupati dan wakil bupati Pidie Jaya, H.Aiyub Abbas dan H.Said Mulyadi, maka untuk rumah yang rusak berat sudah mendapat Rp.85 jut, yang sebelumnya cuma Rp.40 juta.

M.Nasir juga menghimbau, kepda penerima rumah rehabrekon yang sudah bersedia menerima tanpa penolakan dari kondisi Rusak Berat untuk Rp.40 juta dan yang Rusak Sedang Rp.20 juta, agar besok juga bisa mengambil uang di BRI Ulee Gle, tapi jangan lupa membuat Laporan Pertanggung-jawabannya sesuai dengan jumlah uang yang diterimanya. Jangan lebih dan jangan kurang.

"Bagi yang sudah menerima uang, 5 orang untuk Rp.40 juta dan 82 orang untuk Rp.20 juta, harap secepatnya membuat laporan. Dikarena rumah tersebut tidak dikerjakan oleh kelompok masyarakat atau POKMAS, melainkan dikerjakan sendiri, maka semua bon pembelian material atau ongkos tukang, pemilik rumah harus membuat bon kwutansi keterangan bermaterai 3000 jika uang itu berjumlah Rp.1.000.000 ke bawah. Sedangkan jika uang berkisar  Rp.1.000.000 ke atas, maka wajib menggunakan materai 6000." pungkas M.Nasir.

Sementara Bupati Pidie Jaya, H.Aiyub Abbas dalam sambutannya juga mengingatkan agar para penerima rumah rehabrekon bisa menggunakan anggaran sesuai prosedur. Juga kepada para pokmas jangan bermain-main dengan dana rehabrekon. Sebab itu dana bantuan untuk para korban bencana alam.

Acara ditutup dengan pembacaan do'a oleh Qari terbaik Pidie Jaya, Tgk.Fadli.(IA)
Bagikan:
KOMENTAR