Terbukti, Penetapan Calon Komisioner KIP Sarat Permainan


author photo

25 Jun 2018 - 12.49 WIB


Rapat Paripurna DPRK Bireuen, dalam rangka penetapan calon anggota Komisioner KIP Bireuen periode 2018-2023 yang ditengarai sarat intrik elit politik.
BIREUEN --- Dugaan permainan elit politik dalam penentuan calon komisioner KIP Bireuen, akhirnya terbukti setelah DPRK menetapkan lima nama yang sejak awal diprediksi lulus Fit & Propertest, Senin (25/6).

Seperti diberitakan sebelumnya, lima calon komisioner KIP Bireuen yang akan ditetapkan, yakni Muzzamil, Edi Safwan, Agusni Ismail, Amiruddin dan Muhammad Basyir. Ternyata semuanya benar dan terbukti, setelah penetapan dalam paripurna DPRK Bireuen, Senin pagi.

"Memang benar seperti perkiraan kami, mereka semua titipan pengurus parpol di Bireuen. Maka sejak tadi malam nama-nama itu sudah beredar dan menjadi perdebatan sengit, permainan dalam penentuan calon komisioner KIP, jelas dan telah terbukti," ungkap sumber anggota dewan yang enggan ditulis namanya.

Dia menambahkan, sudah jadi rahasia umum di wilayah itu, setiap penentuan calon komisioner KIP, memang sarat trik intrik serta intervensi pimpinan parpol. Guna "memasang" penyelenggara pemilu yang dapat diajak kerjasama, khususnya untuk mempermainkan suara rakyat, pada pesta demokrasi selama lima tahun.

Selain itu tukasnya, ada sosok oknum komisioner KIP 2013-2018, yang kasak kusuk dan menerima segepok uang, dengan dalih untuk disetor ke komisi A. Agar mempermulus para calon supaya ditetapkan sebagai komisioner KIP 2018-2023. 

Sementara Ketua DPRK Bireuen, Ridwan Muhammad SE M.Si yang dikonfirmasi usai rapat paripurna, membantah semua tudingan itu. Menurut dia, dirinya selaku koordinator penjaringan calon anggota komisioner KIP, menyatakan semua proses sudah berjalan sesuai aturan.

"Saya pastikan, bahwa semua tahapan mulai dari seleksi oleh pansel sampai fit & propertest, sudah berjalan sesuai aturan dan ketentuan," jelasnya. (A007)
Bagikan:
KOMENTAR