Silaturrahmi Politik Islam di Ulee Gle Kuatkan Barisan Demi Kebenaran


author photo

11 Jun 2018 - 01.47 WIB


PIJAY --- Dalam rangka menggelar Silaturrahmi dan Tausiah Politik dengan masyarakat  Jangka Buya dan Bandar Dua, Ketua tim pemenangan Paslon bupati dan wakil bupati nomor urut 3, H.Sibral Malasyi, MA tampil memukau di Ulee Gle, Bandar Dua, Pidie Jaya, Sabtu 9/6/2018.

Tausiah Politik bertema Memilih Pemimpin Sesuai Anjuran Islam dengan jurkam handal Abi Nas Jeunieb, Tu Sop (Tgk.H.M.Yusuf A.Wahab dari Bireuen) Tgk.Rusdi Tastafi dan beberapa tokoh ulama Pijay, serta putra asli Ulee gle yaitu H.Sibral Malasyi, MA serta ribuan massa dari dua kecamatan, yaitu Bandar Dua dan Jangka Buya.

Dalam sambutannya, Nyak Syi, (panggilan intim H.Sibral Malasyi) mengupas panjang lebar orasi politiknya dalam memenangkan paslon nomor 3 Tgk.Muhibbuddin M.Husen yang berpasangan dengan HM.Yusuf Ibrahim.

Menurut Nyak Syie, memilih pemimpin yang dianjurkan agama adalah pemimpin yang mau memimpin masyarakat dan daerahnya, memperbaiki taraf hidup masyarakat banyak untuk sebuah perubahan yang diridhai Allah SWT, bukan malah sebaliknya menguasai rakyat dan daerah yang dipimpinnya. 

"Memilih imam atau pemimpin adalah orang yang mau memimpin makmumnya. Bukan menguasai makmum atau rakyatnya. Jika seorang pemimpin yang mengklaim dirinya sebagai penguasa dan menguasai, maka rakyat tidak bisa berbuat banyak. Rakyat harus turut apa kata penguasa. 

Kita sebagai rakyat kecil tidak bisa bergeming sekalipun batin dan jiwa kita tersiksa. Kita tetap harus tunduk apa kata dia. Dia adalah raja yang dirajai sekaligus menguasai segalanya, termasuk rakyatnya. Ibarat robot para rakyat harus ikut gerakan-gerakan yang diperintahkan sutradara lewat skenario yang telah di susun oleh kru-kru sang penguasa tersebut sekalipun itu menyimpang dari nurani rakyat. Tapi rakyat cuma bisa diam seribu basa.

Lalu bagaimana ciri-ciri pemimpin yang dianjurkan nabi? Pemimpin yang dianjurkan oleh nabi adalah orang yang alim (berilmu) dan mampu mengamalkam dalam kehidupan sehari-hari. Dia bisa berbuat adil kepada rakyatnya walau tidak seadil seperti yang dikerjakan oleh Umar Bin Khatab. Namun dengan mematuhi anjuran islam dan petuah ulama, minimal kita telah berusaha untuk yang terbaik, karena keputusan akhir ada pada kehendak Allah SWT. DIA lah yang menentukan segalanya." ucap Nyak Syi.

Pada orasi berikutnya, Tu Sop juga meminta agar masyarakat jangan terpengaruh dengan hasutan, yang mengatasnamakan perjuangan. 

"Sebagai masyarakat yang cerdas tentu kita dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Jangan tertipu oleh hasutan atau rayuan yang mengatasnamakan perjuangan sementara kriteria dia telah kita ketahui. 
Apalagi pengalaman dimasa lalu telah membuat kita lebih dewasa. Jangan tertipu oleh label dan cessing-cessing yang menggiurkan, jika isinya hanya sesuatu yang palsu.

Seratus ribu rupiah, atau sebotol sirup, jika kita terpengaruh, maka kita adalah orang terbodoh. Massa sih, lima tahun memimpin kita disogok sebotol sirup? 

Tetapi mari kita mencoba memberanikan diri untuk berada pada kebenaran. Ikuti petunjuk ulama, patuhi kata nabi dan ikuti anjuran alqur an bahwa apapun yang terjadi, mari berada dipihak yang benar. 

Baginda Rasulullah SAW dalam hadits Shahihnya bersabda yang artinya, "Katakanlah yang benar, sekalipun pahit akibatnya."

Sebagai ummat Islam yang bermazhab imam Syafi'i, mari kita buktikan bahwa ulama wajib jadi pemimpin. Agar kehidupan ummat dalam wilayah Pidie Jaya ini menjadi orang-orang yang takut kepada Allah, bukan takut kepada manusia. Berdoalah kepada Allah, agar Pidie Jaya dipimpin oleh orang yang berilmu agama." pungkas Tu Sop.(ID)
Bagikan:
KOMENTAR