Merek-merek Ternama Dunia Terhubung Dengan Deforestasi dan Konflik Lahan Yang Terus Terjadi di Habitat Penting Orangutan Sumatra


author photo

7 Jun 2018 - 15.54 WIB


Sebuah laporan investigasi lapangan terbaru mengungkap keterkaitan minyak sawit yang membanjiri pasar dunia dan dipasok oleh perusahaan makanan ringan raksasa seperti PepsiCo menjadi penyebab kerusakan Kawasan Ekosistem Leuser SAN FRANCISCO – Sebuah laporan yang baru dirilis oleh Rainforest Action Network (RAN), untuk pertama kalinya menegaskan bahwa merek-merek ternama seperti PepsiCo, Unilever, Nestlé, Mars, Mondelēz dan General Mills telah memasok minyak sawit dari lahan gambut penting Tripa yang berada di Kawasan Ekosistem Leuser, Sumatra, daerah di mana aktivitas deforestasi terus terjadi untuk pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit baru.

Tripa yang terkenal dengan sebutan "Ibukota Orangutan untuk Dunia", merupakan rumah bagi pupulasi terpadat orangutan Sumatra yang hidup di alam liar. Perusahaan yang seharusnya bertanggung jawab––PT. Surya Panen Subur II (PT. SPS II)––dikenal sebagai pelaku perusakan sejak tahun 2012 dan menjadi salah satu dari beberapa perusahaan yang dituntut dan dinyatakan bersalah atas pembukaan lahan illegal. 

Daftar pabrik kelapa sawit yang baru 
dirilis oleh PepsiCo1 dan beberapa merek-merek besar membenarkan bahwa mereka telah memasok minyak sawit dari pabrik kelapa sawit milik PT. SPS II di area lahan gambut Tripa.

"PT. SPS II sudah menjadi pelaku perusakan selama bertahun-tahun," ujar Gemma Tillack, Direktur Kebijakan untuk Rainforest Action Network (RAN). "Sungguh tidak masuk akal merek�merek besar seperti PepsiCo terus memasok minyak sawit dari perusahaan kelapa sawit yang merusak dan jelas-jelas bermasalah dengan hukum, bahkan ketika merek ini telah membuat komitmen keberlanjutan. Jika PepsiCo dan yang lain tidak mampu menyelesaikan kasus ini, hanya sedikit keyakinan bahwa mereka akan benar-benar bergerak untuk memasok dari 
sumber minyak sawit yang diproduksi secara bertanggung jawab. 

Kita benar-benar menyaksikan hutan hilang dan orangutan berada pada ambang kepunahan sementara perusahaan-perusahaan ini begitu malas untuk memperbaiki diri dan gagal menegakkan moratorium hutan karena banyak membuka lahan untuk kelapa sawit."1 PepsiCo. 2018. Daftar PKS. https://www.pepsico.com/docs/album/policies-doc/pepsico-2017-palm-oil-mill-list.pdf
Bagikan:
KOMENTAR