Mengapa Kita Bangsa Indonesia Tidak Bisa Diam Dengan Keadaan Palestina Hari Ini


author photo

3 Jun 2018 - 21.57 WIB


Oleh: Abdul Hamid 

Kenapa kita bangsa indonesia tidak bisa tinggal diam dengan keaadaan palestina

Pertama, Indonesia! negara Muslim terbesar di dunia. Sangat wajar kalau kemudian kita melakukan tindakan konkret terhadap Palestina. Yang kedua, Palestina itu memiliki jasa besar terhadap kemerdekaan Indonesia.

Dalam catatan sejarah, Palestina merupakan negara Islam pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia saat masih dijajah oleh tentara Jepang. Dukungan Palestina saat itu diwakili oleh seorang mufti besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia.
Kemudian (Palestina) mendorong negara Timur Tengah lainnya untuk mendukung Indonesia. Sehingga tidak hanya bentuk pemberitahuan tapi menggalang kekuatan yang nyata demi bangsa indonesia.
 apakah secara ekonomi ataupun politik yang besar berefek para Israel. Sehingga mereka mau melakukan negosiasi yang menguntungkan kedua belah pihak,

Pihaknya menegaskan, penghalangan beribadah di Masjid Al Aqsa oleh aparat keamanan Israel, jelas telah melampau batas kewajaran. "Bahkan Indonesia tegas mengatakan bahwa segala bentuk penjajahan harus dihapuskan di muka bumi ini. Itu petikan Undang-Undang Dasar kita," tegas Pedri.

Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Armanatha Nasir, mengaku Menlu Retno LP Marsudi telah melakukan sejumlah komunikasi intensif termasuk dengan sejumlah negara seperti Turki, Palestina, dan Yordania hingga Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.

Pada Selasa 25 Juli 2017, Menteri Retno juga sempat mengundang 32 negara Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Jakarta untuk membahas kisruh yang terjadi antara Palestina dan Israel. Meski begitu, hanya tujuh duta besar yang menghadiri pertemuan tersebut.

"Presiden telah memberikan komentar, mengutuk hal itu (pembatasan beribadah) dan meminta PBB membuat aksi tegas," pungkas Armanatha Nasir dalam kesempatan yang sama.

Penulis adalah Abdul hamid, Alumni Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) dan Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh Aceh Utara
Bagikan:
KOMENTAR