H.Sibral Malasyi, MA,"Paket Lebaran Bersyarat, Hukumnya Dosa"


author photo

18 Jun 2018 - 13.34 WIB


Pijay --- Terkait paket lebaran yang lagi marak dilakukan menjelang pilkada Pijay, ketua tim pemenangan bupati/wakil bupati Pidie Jaya paslon nomor 3 H.Sibral Malaysi, MA angkat bicara. Hali ini diutarakan kepada wartawan pada acara Open House di rumahnya, di Ulee Gle, Bandar Dua, Pijay, Minggu 17/6/2018.

Acara Open House yang dihadiri paslon bupati/wakil bupati, tim pemenangan kecamatan, para simpatisan dan sejumlah wartawan.

Seperti yang marak pemberitaan di medsos bahwa menjelang lebaran sejumlah paslon bupati/wakil bupati Pijay membagi-bagikan Paket Lebaran berupa Gula, Minyak Makan dan Strop kepada masyarakat. Namun paslon bupati/wakil bupati paslon nomor 3 tidak melakukannya, alias non paket lebaran kepada masyarakat, tentu masyarakat bertanya-tanya. Kenapa?

Agar masyarakat tidak penasaran, Ketua Tim Pemenangan H.Sibral Malasyi yang akrab di sapa Nyak Syi menjawab pertanyaan wartawan. Bahwa tim mereka memang sengaja tidak memberikan Paket Lebaran kepada masyarakat karena berusaha menghidari tim nya dan masyarakat dari perbuatan dosa. 

Menurut Nyak Syi, pemberian paket lebaran bersyarat adalah dosa, sebab telah mengajak masyarakat untuk sogok menyogok. Padahal sogok menyogok adalah perbuatan haram dan hukumnya dosa. Baik dari sipemberi maupun sipenerima. Dua-duanya dosa.

"Bukannya kami tidak sanggup memberikan strop dan gula kepada masyarakat menjelang lebaran, tapi kami tidak melakukannya karena kami berusaha menghindari tim kami dan masyarakat dari perbuatan dosa. Pemberian sesuatu yang bersyarat adalah dosa.

Kita tidak bisa pungkiri, dengan sebotol strop dan satu kilogram gula, pasti ada tim kami di lapangan saat membagi paket pasti berseru, "Pileih lemboi 3 beh..! (pilih no 3 ya). Bila ini terjadi, sudah tentu kami dari tim pemenangan telah menyuruh masyarakat berbuat dosa. Kursi bupati belum di duduki oleh idola kami, eh malah kami telah menjebak api neraka kepada masyarakat melalui paket haram (hukum islam).

Surah Albaqarah ayat 188 cukup jelas menerangkan Sogok Menyogok adalah perbuatan dosa. Walau sebotol sirup, jika ada iming-iming, atau syarat-syarat tertentu, maka itu dosa karena hukumnya haram.

Bahkan Hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad menjelaskan, "YANG MEMBERI SUAP DAN YANG MENERIMA SUAP SAMA -SAMA DIMASUKKAN DALAM NERAKA." Dan hadist Turmizi RA menerangkan bahwa "Pemberian sogok dan penerima sogok sama2 berdosa."

Masih menurut Nyak Syi, "Untuk itu kami dari paslon nomor 3 yang merupakan kandidat yang berilmu agama yang juga didukung oleh ulama, tentu menghimbau masyarakat agar menjauhi dosa, bukan sebaliknya malah kami lemparkan dosa ke masyarakat. Untuk itu, masyarakat yang bijak dan takut akan dosa, tentu bisa memaklumi, mengapa kami tidak memberi paket lebaran. 

Jauhilah api neraka, hindarilah makan makanan haram, karena semua itu akan dilaknat oleh Allah SWT dan NERAKA adalah tempat yang amat pedih." pungkas Nyak Syi.

Calon bupati paslon no 3 Tg.Muhibbuddin M.Husen yang akrab sisapa Tgk.Muhib juga berkomentar "Percuma saya didukung oleh para ulama kalau saya tidak mengindahkan petuah mereka untuk menjauhi dosa masyarakat akibat ulah kami. Kami berusaha dan Insya Allah tidak akan mengecewakan ulama yang merupakan panutan ummat. Karena ulama adalah Warizatul Ambiya.

Kepada masyarakat saya, silahkan mempertimbangkan dengan bijak, Maukah saudara-saudara tertipu oleh sebotol sirup dalam jangkauan 5 tahun ke depan, dan juga DILAKNAT oleh Allah SWT karena DISOGOK?

Berfikirlah...dan Bertaqwalah kepada Allah agar kita semua terhindar dari dosa. Na 'uzubillahi wasumma na 'u zubillahi minzaliq." Tutup Tgk.Muhib.(IA)
Bagikan:
KOMENTAR