Georadar Temukan Situs Sejarah Titik Nol Kesultanan Aceh Darussalam


author photo

10 Jun 2018 - 23.47 WIB


ACEH --- Konferensi Pers Georadar bawah tanah menemukan 5 titik yang merupakan situs sejarah Aceh. Hal itu diungkapkan pemegang hak paten Georadar bawah tanah internasional, Prof.Dr.Ir.Teuku Abdullah Sani, M.Sc di Meuligoe Wali Nanggro, Banda Aceh, Minggu 10/6/2018.

Prof.Dr.Ir.Teuku Abdullah Sani, M.Sc yang akrab disapa Prof Abdullah, dalam uraiannya menjelaskan bahwa temuan ini berdasarkan penelitian yang dilakukan sejak awal Maret 2018. 

"Berdasarkan kajian pasca stunami Aceh, tim georadar Aceh mencurigai bahwa di sekitar Banda Aceh ada benda peninggalan masa kerajaan (situs sejarah), maka pada awal Maret 2018 tim georadar dibawah komondo saya, kami melakukan penelitian bawah tanah, Alhamdulillah kami menemukan 5 (lima) titik situs yang luar biasa. Situs ini jelas benda peninggalan, bukan benda tercipta oleh alam." sebut Prof Abdullah.

"Ciri-cirinya, setiap situs yang ditimbul oleh alam, dia memiliki akar. Tapi yang ini tidak memiliki akar itu jelas peninggalan masa kerajaan/kesultanan Aceh. Dan apa yang kami temukan di 5 titik ini adalah peninggalan.

Area titik ini ada di gampong Pande, gampong Jawa dan sekitarnya. Soal dimana letak lokasi titik, ini tetap kami rahasiakan." ucap guru besar ITB Jawa Barat.

Cut Putri, yang juga panitia pelaksana jumpa pers, juga anggota dari tim georadar bawah tanah, ikut memberi himbawan kepada pemerintah Aceh agar menyelamatkan situs temuan ini. Karena itu adalah sejarah.

Seusai konferensi pers dengan puluhan wartawan cetak, online dan elektronik, panitia pelaksana konferensi ikut membagi-bagikan srekitar tiga ratus (300) paket snack berbuka puasa kepada masyarakat yang melewati jalan di depan Gedung Putih (Meuligoe) Wali Nanggroe, Aceh, secara gratis.(ID)
Bagikan:
KOMENTAR