Pemuda Indra Makmu Deklarasi GPIM dan Tolak Berita Hoax


author photo

17 Mei 2018 - 09.24 WIB


Radaraceh.com | Aceh Timur - Pemuda pemudi kecamatan Indra Makmu, kabupaten Aceh Timur mendeklarasikan Gerakan Pemuda Indra Makmu yang disingkap GPIM, acara digelar di Aula Camat Indra Makmu, tepatnya di Desa Alue Ie Mirah. Selasa, 15 Mei 2018 malam sekitar pukul 20.30 WIB.

Turut hadir dalam acara, Imran Sekcam Indra Makmu, Iptu Justi Tarigan SH Kapolsek Indra Makmu, perwakilan Koramil 26/IDM, Zainal Abidin SE tokoh pemuda, Heri Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), serta sejumlah pemuda pemuda dari berbagai desa di Indra Makmu.

Selain mendeklarasi keberadaan GPIM, para pemuda juga mendeklarasi anti Narkoba dan berita Hoax (fitnah), guna mewujudkan organisasi benar benar terlepas dari penyalahgunahan Narkotika dan fitnah atau berita bohong. Ungkap Romi Syahputra.

Sementara itu, Imran Sekcam Indra Makmu dalam sambutannya, mengapresiasi atas lahirnya GPIM. Diharakapkan wadah ini agar benar benar menjadi organisasi yang mendidik dan membina bagi para pemuda Indra Makmu.

"Pemuda adalah harapan Agama dan bangsa, jadilah pemuda yang peduli terhadap kemajuan daerah dan berguna bagi masyarakat. Kami harap GPIM ini tidak terpengaruhi dengan suana politik kedepan, wujudkan organisasi yang independen. Artinya jangan membawa bendera Lembaga dengan mendukung salah satu partai, namun secara person atau pribadi itu terserah mau pilih yang mana," ujar Imran.

Selain itu, Iptu Justi Tarigan SH dalam sabutannya mengatakan, jadilah pemuda seperti sepuluh pemuda yang di inginkan Sukarno, pemuda yang berilmu dan itelektual yang dapat berguna bagi masyarakat dan bangsa.

"Kami harap pemuda Indra Makmu ini agar menjauhi dan memerangi narkotika guna menyelamatkan generasi muda kedepan. Dan juga oemuda agar jeli dan teliti dalam menangapi informasi hoax dan yang benar," ungkap Iptu Justi Tarigan.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Seminar Motivasi yang dimaterikan oleh Tokoh pemuda Indra Makmu, Jainal Abidin SE yang juga mantan ketua Panwaslu Aceh Timur, dan dari aktivis HMI dan UNSAM Langsa.(R)
Bagikan:
KOMENTAR