Koordinator SPMA Unsyiah: Sudah Saatnya Balai Latihan Kerja Dibangun di Kota Lhokseumawe


author photo

23 Mei 2018 - 19.24 WIB


ACEH --- Peningkatan SDM merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk dapat membentuk individu yang berkapasitas dengan memiliki keterampilan, keahlian , serta kemampuan kerja yang berkualitas pada sebuah usaha ataupun perusahaaan tertentu. SDM yang memiliki kapasitas akan sangat bermanfaat untuk membuat sebuah usaha atau perusahaan dapat berkembang dan mencapai tujuannya yang telah direncakan demi kemakmuran dan kemajuan sebuah usaha maupun perusahaan. Demikian disampaikan Koordinator Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) Univeristas Syiah Kuala yang juga Wakil Ketua SPMA Pusat, Muhammad Reza Saputra. 

Peningkatan SDM akan membawa efek terhadap produktifitas seorang individu bekerja akan meningkat dimana kuantitas dan kualitasnya semakin baik, hal ini dikarenakan human skill, managerial skill serta technical skill karyawan semakin baik. "Peningkatan SDM tentu dapat meningkatkan efesiensi waktu, tenaga, bahan baku yang dipakai hingga efektifitas mesin berkerja, dengan demikian biaya produksi dapat diperkecil sehingga harga jual mampu bersaing dipasaran," jelas Reza yang juga Wakil Presma Unsyiah 2017.

Dengan adanya peningkatan SDM berdampak positif bagi karyawan akan semakin ahli dan terampil dalam berkerja baik usahanya sendiri maupun perusahaan tempat karyawan bernaung, dengan demikian kerusakan barang dan gagal produksi semakin kecil dan bahkan bisa sampai tidak ada. "Peningkatan SDM memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat atau pelanggan karena mereka memperoleh barang yang bermutu dan pelayanan yang lebih baik," jelasnya.

Reza berpendapat bahwa pentingnya Balai Latihan Kerja di bangun tentu sangat dinantikan oleh masyarakat, terutama Balai Latihan Kerja dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menekuni bidang kerja tertentu yang pada hakikatnya dapat meningkatkan kapasitas SDM yang ada untuk dapat meminimalisir angka pengangguran yang ada di sebuah daerah dimana selama ini selalu menjadi beban pemerintah terhadap angka-angka yang ada terlepas apa yang terjadi sebenarnya dimasyarakat.

"Dengan adanya Balai Latihan Kerja dapat kita jadikan langkah efektif dalam mengatasi permasalahan penggangguran hingga meningkatkan kompetensi tenaga kerja di daerah, sehingga para peserta yang telah mengikuti pelatihan pada BLK akan memiliki pengalaman, pengetahuan tambahan, dan keterampilan kerja yang tinggi untuk dapat mengembangkan usahanya sendiri maupun perusahaan tempat dimana calon pekerja bernanung nantinya, karena Balai Latihan Kerja merupakan harapan pengusaha yang tangguh dan pekerja profesional," jelasnya.

Kota Lhokseumawe telah ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan bagian dari Kawasan Strategis Nasional sebagai Kawasan Industri Lhokseumawe sejak 10 Maret 2008 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008, sejak ditetapkan hal tersebut oleh pemerintah pusat belum pernah ada Balai Latihan Kerja berstandar nasional di kota tersebut dan baru satu tahun yang lalu Kota Lhokseumawe kembali di tetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe guna mempercepat pembangunan ekonomi nasional melalui kawasan yang memiliki keunggulan ekonomi dan geostrategis.

"Ada banyak peluang yang akan terjadi dimasa yang akan datang di Kota Lhokseumawe bekas kota petro dollar tersebut dan kita harus sudah siap dengan SDM yang kita miliki hari ini untuk dapat dimanfaatkan kedepannya sehingga kita semua harus mengatakan Sudah Saatnya Balai Latihan Kerja Dibangun di Kota Lhokseumawe," tutupnya putra Lhokseumawe ini.(R)
Bagikan:
KOMENTAR