Jangan Jadikan Indra Makmu Sebagai "Toilet"


author photo

12 Mei 2018 - 15.39 WIB


Radaraceh.com | Aceh Timur - Usai pertemuan beberapa pemuda dan pemudi Indra Makmu yang melakukan silaturahmi di Yayan Cafe beberapa hari yang lalu, menghasilkan ide untuk membentuk wadah atau perikatan kepemudaan Indra Makmu  dengan nama GPIM mendapatkan apresiasi dari Zainal Abidin SE, tokoh Pemuda Indra Makmu.

Menurutnya, sebagai putra Indra Makmu yang telah merasakan pengalaman baik di luar daerah maupun di tingkat Kabupaten, Wadah dirasa ini sangat diperlukan bagi pemuda Indra Makmu, agar dijadikan wadah sharing dan belajar, guna dapat meningkatkan kapasitas diri dengan bersama-sama belajar dan sensitif terhadap isu-isu lokal.

"Ide pembentukan wadah ini oleh pemuda-pemuda lintas gampong, merupakan reaksi natural mereka selama ini, karena wadah lainnya tidak memiliki orientasi kemasyarakatan, tetapi hanya bertumpu pada kepentingan personal dan diingatkan juga wadah ini jangan seperti yang lainnya" Harap Zainal.

Dikatakan Zainal, potensi lokal Indra Makmu secara Sumber Daya belum banyak dikenal di luar, diperlukan sosok yang memiliki karakter fighter, berani berjuang secara mandiri, dan menurut Bang Inal potensi local sebenarnya tidak kalah bila mau berkompetisi dengan pemuda lainnya di Aceh.

Harapannya, GPIM dapat menjadi solusi orientasi konkrit atau jembatan untuk anggotanya memiliki potensi sebagai wadah pengembangan diri yang dapat membangun daerah khususnya Indra Makmu. mengingat Indra Makmu kedepannya akan menjadi salah satu lumbung penghasil pendapatan Aceh sebanyak 70% dari hasil migas, belum lagi dari hasil dua perusahaan Perkebunan Nasional dan Daerah.

"Kita jangan menjadi tamu di rumah sendiri, dan mempersilahkan orang luar berpuas-puas membawa hasil ke daerahnya untuk menghidupi keluarga mereka. Jangan mau Indra Makmu  hanya dijadikan sebagai toilet dan tempat cuci muka mereka dari luar daerah. Sudah cukup kita melihat semua film itu di Blang Nisam, dapur besar itu sebentar lagi akan beroperasi untuk Negeri ini" kata Tokoh Aceh Timur ini, yang juga mantan ketua Panwaslih Aceh Timur.

Lebih lanjut, diri nya berharap GPIM ini adalah sebagai wadah bai'at dan dokrinisasi pemuda Indra Makmu untuk berjuang dan melawan agar pemuda Indra Makmu dapat masuk ke level Manajerial dan bukan hanya sebagai helper dalam Kanot Bu Khahuri di Kecamatan. Dan dapat membuat program kerja untuk peningkatan kapasitas diri seluruh anggotanya. Tutup Zainal. (Romy)
Bagikan:
KOMENTAR