Imigran Rohingnya Ditampung Sebulan Lagi, Ini kata Bupati Bireuen


author photo

4 Mei 2018 - 01.50 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Bupati Bireuen bersama unsur Forkopimda gelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama pejabat Asdep 3/V Kamtibmas Menkopolhukam RI, UNHCR, IOM, Basarnas, Imigrasi dan pejabat terkait lainnya membahas status pengungsi imigran Rohingya yang ditampung di gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sejak mereka mendarat di pantai Kuala Raja Bireuen pada 20 April 2018 lalu, rapat berlangsung di aula meeting room Kantor SKB Bireuen, Kamis (3/5/2018) sekira pukul 14.30 WIB siang 

Dalam rakor tersebut Bupati Bireuen H Saifannur, S.Sos mengatakan," agar IOM memperbaiki base camp penampungan biar bagus sanitasinya dan kita setuju nanti para pengungsi (imigran Rohingya-red) kita bawa ke Langsa dan baiknya dicek kembali semua kebutuhan mereka", ujarnya

Lanjutnya, "Sebentar lagi bulan suci Ramadhan, sedih saya ungkapkan kalimatnya. Bulan ibadah adalah bulan bersenang senang biarlah mereka disini sebentar lagi sampai hari raya, untuk itu dibenahi dulu sanitasinya, tempat tidurnya dan lain lainnya supaya mereka betah tinggal di Langsa" pinta Bupati 

Tambahnya, "Lagian bukan tak mungkin datang lagi pengungsi, karena kita (Bireuen-red) ini di selat Malaka dan Samudera Hindia. Mudah mudahan tidak datang lagi, kita tidak jera. Tapi kalau datang mau bagaimana lagi", kelakar H Saifannur 

Kemudian saat Konferensi Pers usai rapat kepada awak media, Bupati Saifannur, kembali menegaskan, "Mereka kita tampung disini karena Makhluk Allah, bukan nuansa politik tapi nuansa kemanusian. Semoga Bireuen bisa jadi contoh" harapnya 

Sementara itu, Asdep 3/V Kamtibmas  Menkopolhukam RI Brigjen Pol Drs. Chairul Anwar, SH, MH mengatakan, "tadi di Rakor kita sudah menyepakati beberapa hal, untuk pengungsi di Bireuen sejumlah 79 orang dan di Aceh Timur sejumlah 5 orang akan disatukan dan dipindahkan ke tempat penampungan di Kota Langsa"

"Karena di Kota Langsa tahun 2015 sudah pernah menampung pengungsi Rohingya dan tempat penampungannya pun masih layak. Dan kementrian bisa melakukan perbaikan serta di dukung oleh Internasional Organisation for Migration (IOM) yang sementara ini kita berikan waktu satu bulan" katanya

Dikatakan Chairul, "Kenapa mereka dipindahkan, karena ini (SKB Bireuen-red) bukan tempat penampungan sementara, tapi tempat balai latihan kerja guru yang tentunya diperlukan oleh Pemkab Bireuen. Sehingga kita perlu menyiapkan tempat untuk mereka (imigran Rohingya-red) yang bisa menempatinya lebih lama".

"Dalam hal ini kita bekerja sama dengan UNHCR di komisariat Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) yang mengurus pengungsi untuk melakukan langkah langkah proses mencari negara penerima dan juga kemungkinan penyatuan keluarga dimana keluarga mereka berada", terang Chairul 

"Kepada Pemkab Bireuen kami mengucapkan terima kasih karena telah menampung pengungsi Rohingnya dan memperlakukan mereka sangat luar biasa secara manusiawi dengan memberikan fasilitas dan bantuan logistik baik dari Pemkab maupun bantuan dari masyarakat" pungkasnya

Tampak hadir, Bupati Bireuen, H Saifannur, S.Sos, Asdep 3/V Kamtibmas Menkopolhukam RI Brigjen Pol Drs. Chairul Anwar, SH, MH, Dir. Basarnas Pusat Brigjen TNI (MAR) Bambang Suryo Aji, Kepala Sub Deteksi Imigrasi dan Deportasi Dirjen Imigrasi Jaya Saputra, SH, M.Si, Kepala UNHCR Pusat Mr. Thomas Vargas, Kakan SAR Aceh Hari Hadi Purnomo, SH, Kakan Regional Westren Regen IOM Mariam, Kadinsos Aceh Alhudri, Kadinsos Bireuen Drs. Murdani, Ketua DPRK Bireuen Ridwan Muhammad, SH, M.Si, Sekda Bireuen Ir.Zukifli, Sp, Wakapolres Bireuen Kompol Charlie Syahputra Bustaman, S.IK, Pasi Intel Kodim 0111/Bireuen Kapten Inf.Adi Boy, Danramil Kota Juang. [SR]
Bagikan:
KOMENTAR