Bank BTPN Persulit Nasabah Pelunasan Awal


author photo

24 Mei 2018 - 11.47 WIB


RadarAceh --- Seorang nasabah Bank BTPN Rosmaida (49) warga desa Belegen Mulia Kec.Sp.Kiri Kota Subulussalam mendatangi kantor Bank BTPN KCP di Tapak Tuan Aceh Selatan, Kamis (24/05).

Rosmaida ingin melunasi kreditnya sebelum jatuh tempo.Tapi oleh pihak Bank BTPN di kenakan denda atau fenalty sebesar 5 persen dari jumlah yang dilunasi.Dan prosedurnya diduga sengaja dipersulit dan diperlama.Alasan pihak Bank tidak bisa dilunasi bulan ini karena sudah aturan bank,"ujar Rosmaida.

Menurut Rosmaida sudah 6 kali ia pulang pergi Subulussalam-Tapak Tuan untuk mengurus pelunasan,tetapi terus di persulit oleh pihak Bank BTPN.Dengan berbagai alasan pihak Bank menghalangi agar nasabah tidak mudah melunasi. Menurut Rosmaida bunga di BTPN sangat tinggi di banding dengan bank lainnya.Rosmaida mengatakan sudah banyak nasabah BTPN yang melakujan pelunasan awal.

Ketika media ingin menjumpai pimpinan Bank BTPN KCP Tapak Tuan dilarang  Customer Service bernama Mirda Safitri dan security dengan alasan pimpinan sibuk.Padahal tidak ada tamu di ruangannya ujar Rosmaida yang baru saja berjumpa.Dihubungi via telepon celular Adnan Harahap pimpinan BTPN KCP Tapak Tuan tidak diangkat.

Sementara itu seorang aktivis LSM menanggapi mengatakan kalau di bayar lebih cepat berarti bank ataupun lembaga kredit kehilangan keuntungan dari bunga peminjam. Padahal dari awal baik peminjam dan yang meminjamkan sudah sepakat atas aturan yang berlaku, kedua belah pihak harus sepakat akan tata cara kredit. Tetapi gitu pun jangan sampai pihak bank melanggar UU Perlindungan Konsumen.

Selain dari kehilangan keuntungan, para pemberi pinjaman juga tentu harus mencari nasabah baru. Mencari nasabah pun gampang-gampang susah, yang jelas untuk mencari nasabah pun perlu effort lagi, seperti marketing, survey, legal team, yang semuanya dianggap cost oleh pihak peminjam.

Kalau tanya sama orang bank, mereka akan bilang pemberian penalty karena ini punya potensi untuk memberikan gangguan rencana keuangan mereka. Mereka sudah memperhitungkan penghasilan dari pendapatan bunga keseluruhan nasabah bulan depan seberapa besar. Penghasilan tersebut tentu sudah mereka buatkan perencanaannya untuk diseimbangkan dengan biaya operasional seperti gaji karyawan, biaya gedung, marketing dan promosi serta juga biaya pengembangan usaha, buka cabang, ATM dan lain sebagainya. Kalau cuman ada 1-2 nasabah kecil yang ingin melunasi kewajibannya lebih awal tentu tidak akan mengganggu rencana bank, tapi kalau rame-rame bank tentu jiper juga.
(Iswandi Dedy)
Bagikan:
KOMENTAR