APA SIH LITERASI ITU ??


author photo

30 Mei 2018 - 11.40 WIB


Saat ini, banyak orang berbicara tentang literasi tanpa mengetahui makna literasi yang sebenarnya. Padahal mengetahui arti, aspek, dan tujuan dari literasi tersebut sangatlah penting. Literasi merupakan sebuah konsep yang memiliki makna kompleks, dinamis, terus ditafsirkan dan didefinisikan dengan beragam cara dan sudut pandang. Berangkat dari sini, maka perlu kiranya diuraikan apa sebenarnya makna dari Istilah Literasi itu.

Education Development Center (EDC) menyatakan bahwa Literasi lebih dari sekedar kemampuan baca tulis. Namun lebih dari itu, Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki dalam hidupnya, dengan pemahaman bahwa literasi mencakup kemampuan membaca kata dan membaca dunia.

Menurut kamus online Merriam-Webster, Literasi berasal dari bahasa latin, yaitu 'literature' dan bahasa inggris 'letter'. Literasi merupakan kualitas atau kemampuan melek huruf/aksara yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis. Namun, lebih dari itu makna literasi juga mencakup melek visual yang artinya "Kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual (video dan gambar)."

Selain itu menurut UNESCO, pemahaman yang paling umum dari literasi adalah seperangkat keterampilan nyata -- khususnya keterampilan kognitif membaca dan menulis -- yang terlepas dari konteks di mana keterampilan itu diperoleh dan dari siapa memperolehnya.

UNESCO menjelaskan bahwa kemampuan literasi dapat memberdayakan dan meningkatkan kualitas individu, keluarga, masyarakat karena sifatnya yang "multiple Effect" atau dapat memberikan efek untuk ranah yang sangat luas, Kemampuan literasi membantu memberantas kemiskinan, mengurangi angka kematian anak, pertumbuhan penduduk, menjamin pembangunan berkelanjutan, dan terwujudnya perdamaian.

Pada masa sekarang, Literasi di Indonesia sangat memprihatinkan khususnya pada anak usia dini. Dari 1 sampai 10, hanya ada 3 anak yang memiliki minat baca tinggi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya fasilitas untuk pengaplikasian minat baca, dan kurangnya kesadaran orang tua si anak dalam menstimulasi minat baca.

Pemerataan distribusi fasilitas membaca yang dilakukan oleh pemerintah masih kurang, Fenomena ini sering di dapatkan di daerah-daerah pelosok Indonesia. Hal ini sudah sering di perbincangkan dan diberitakan melalui media informasi, akan tetapi sampai saat ini belum ada solusi yang efektif dalam menangani permasalahan ini. Sehingga minat baca generasi muda Indonesia semakin menurun. 

Di sisi lain, peran orang tua sangatlah penting dalam membantu pemerintah untuk  meningkatkan minat baca pada anak. Jika orang tua mampu menanamkan serta menumbuhkan Minat Baca sejak usia dini, maka dengan fasilitas yang seadanyapun Budaya Literasi sudah tumbuh dengan sendirinya pada anak tersebut, tinggal satu tugas lagi yang harus dijalankan oleh pemerintah yaitu lebih gencar dalam menfasilitasi minat baca secara merata.

Dengan terpenuhinya kedua faktor tersebut, maka diharapkan Literasi di Indonesia khususnya pada bidang kemampuan membaca akan meningkat, hal ini dapat meningkatkan posisi Indonesia yang sebelumnya menurut Conectticut University berada di posisi ke-60 dari 61 Negara, menjadi posisi yang lebih tinggi dan terus naik secara signifikan serta mampu menjadi role model Negara dengan literasi yang baik bagi Negara-negara berkembang lainnya.

Penulis : Rizki Aulia Ramadhan Nur Mahasiswa Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kula
 
Bagikan:
KOMENTAR