Warga Jambi Baru Pinta Qanun Aceh Dan Qanun Subulussalam Tegak Di Bumi Sada Kata


author photo

6 Apr 2018 - 14.03 WIB


Radaraceh --- Jumat (06/04) A.Sambo seorang warga Desa Jambi Baru Kec.Sultan Daulat Kota Subulussalam meminta kepada pemerintah Kota Subulussalam untuk tegakkan Qanun Aceh No.4 Tahun 2009 dan Qanun Kota Subulussalam No.13 tahun 2012.

Sambo mengatakan masyarakat Desa Jambi Baru berkeinginan supaya bagaimana qanun aceh tersebut dapat di terapkan di kota Subulussalam. Sebagaimana yang dilakukan Pemkab Aceh Singkil. Semua kasus Kades/Keucik yang berstatus tersangka telah di berhentikan dari jabatannya.

Di dalam Qanun Aceh Nomor 4 Tahun 2009 tentang Tatacara Pemilihan dan Pemberhentian Keuchik,Bab X Pemberhentian Keuckik,Pasal 41 ayat (1) berbunyi sebagai berikut : Keuchik yang dinyatakan sebagai tersangka dalam suatu tindak pidana atas usul Tuhapeut diberhentikan sementara oleh Walikota/Bupati.

Hal itu juga tertuang dalam Qanun Kota Subulussalam Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pemerintahan Kampong Pragraf Keempat Pemberhentian Pasal 27 ayat (1) berbunyi sebagai berikut: Kepala kampong diberhentikan sementara oleh Walikota apabila dinyatakan sebagai tersangka dalam suatu tindak pidana. ayat (2) Pemberhentian sementara sebagai mana tersebut pada ayat (1) ditetapkan dengan keputusan Walikota tanpa usul BPK dan Camat serta berpedoman pada Peraturan Perundang-undangan,"ujar Abdullah.

Masih menurut Sambo sementara ini Keuchik Jambi Baru berinisial SK saat ini sudah dalam proses peradilan tahapan sidang pembelaan sebagai terdakwa dalam kasus tindak pidana ijazah palsu Paket B.Mohon kiranya demi menjaga marwah hukum itu sendiri dan demi menjaga ketertiban umum di masyarakat agar kiranya Walikota Subulussalam untuk menegakkan apa yang diamanatkan kedua Qanun tersebut,"ujar Sambo.(R)
Bagikan:
KOMENTAR