Tolak Undangan Makan Malam Bupati Bireuen, Anggota DPRK Luapkan Kekecewaan Pada Sang Bupati


author photo

11 Apr 2018 - 23.26 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Masa Pemerintahan Kabupaten dengan julukan Kota Santri yang belum genap setahun di tangan Bupati H Saifannur, S.Sos dan Wakilnya Dr. H. Muzakkar, SH, M.Si mulai menuai kritikan sebagaimana akhir akhir ini dimuat di beberapa media online ternama.

Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bireuen dimasa kampanye dulu dengan jargon FAKAR yang di lantik pada 8 Agustus 2017 oleh Gubernur Aceh, menerapkan managemen sunyi senyap dalam kepemimpinannya dan slogan "Jangan Ada Dusta Diantara Kita" yang sering diucapkan Bupati ketika berpidato didepan publik.

Namun begitu, orang nomor satu di Kabupaten Bireuen itu mengundang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen dengan undangan tertanggal 6 April 2018 untuk acara pada Rabu 11 April 2018 malam agenda Silaturahmi dan Makan malam bersama anggota DPRK Bireuen, bertempat di Pendopo Bupati Bireuen.

Namun salah satu netizen dalam status facebook nya, Rabu (11/4/2018) sekira pukul 10.30 WIB malam, menuliskan ungkapan kekecewaannya pada sang Bupati, tulisnya "Saya pribadi tidak akan hadir, karna saudara Bupati pun selalu tidak hadir disaat pemanggilan oleh wakil2 rakyat, wakil bupati dan sekda yang sll kami the bestkan, mereka saat ne dekat dengan wakil rakyat.
saat konflik relokasi pasar terjadi anda pun sibuk dgn IPDN, seharusnya saudara Bupati harus peka dlm persoalan rakyat. 

Tidak hadir karna tidak paham penyelesaian or memang itu program manajemen senyap, tanpa diskusi dgn wakil rakyat anda ambil kuputusan" tulis Zulfikar Jufri Alba yang juga anggota DPRK Bireuen dalam akun face book nya yang dibanjiri komentar para netizen lain

Lanjutnya, "PULANG MOTO APABILA HANA EK NEU BA LE, BEK NA DUSTA ANTARA GATA NGOE RAKYAT"

"Bupati harus giat menglobi pusat, bukan menerkam  anggran desa yg tidak ada usulan dlm musrembang"

Disinyalir, hal itu terkait dengan berita di harian Serambi indonesia edisi Rabu (11/4) judul "Gampong Harus Bangun Rumah Dhuafa", dimana Bupati Saifannur menegaskan agar Gampong membangun rumah dhuafa minimal dua unit pertahun dengan Dana Desa dan itu sudah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) 2018.

Masih dalam status tersebut, tulisnya "Mari kita awasi perjalanan pemerintah kab bireuen yg kita cintai, jangan jadikan sebuah kolega perusahaan, mana janjimu dan hibahkan dirimu kepada masyarakat kab bireuen"

"Kita tunggu hasil lobi makan malam bersama wakil rakyat, RPJM golom ret pale, wate ka mendesak undang wakil rakyat, wate susah rakyat gadoh jok bak wakil ngoe sekda, hana pat cok keputusan"

#PemudaBireuenbangkitdanselamatkanbireuen

"Gedung wakil rakyat tempat cari solusi bukan makan malam di istan kami tunggu"

#malebacutngoerakyat

"Undangan hana jelas judul, hak makan malam lon jok pulang keu negara wahai pemangku kekuasaan"

"Mohon maaf bila saya mulai bersuara, sikapmu sudah melukai harapan rakyat", tulis Wakil Rakyat yang dikenal dekat dengan masyarakat Kabupaten Bireuen itu. [***]

Bagikan:
KOMENTAR