Terkait Puisi Yang di Bacakan Sukmawati Soekarnoputri, Ini Kata Ketua BEM Fisip Unimal


author photo

3 Apr 2018 - 11.50 WIB


Lhokseumawe --- Beberapa Jam yang lalu sempat Viral Video Pembacaan Puisi yang di Bacakan Oleh Sukmawati Soekarnoputri. Dalam video yang beredar, Tampak sajak yang menurut sebagian orang menghina agama Islam, Selasa (03/04).

Dikalangan aktivis video puisi yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri dengan judul "Ibu Indonesia" yang dibacakan pada acara Pagelaran Busana 29th Ane Avantie sudah tersebar dan merebak dengan sangat cepat. 

Saat ditemui oleh media, Afrizal Nur Jailani selaku Ketua BEM Fisip Universitas Malikussaleh memberikan tanggapan nya terhadap video yang viral tersebut,dengan anggapan bahwa video tersebut menjadi sebuah tamparan keras kepada seluruh Rakyat Indonesia bukan hanya Umat Islam namun seluruh umat beragama.

Pasalnya, menurut nya dengan adanya Video yang viral tersebut kita dapat menilai bagaimana semakin hari semakin banyak orang yang tak paham syariat Islam atau ajaran suatu agama dapat mengolok-olok suatu agama dan bebas tentram merangkai kata, dan hal ini dapat terjadi kepada siapa saja, bukan hanya agama Islam namun semua agama.

"Video luar biasa ini akan menjadi pengingat kita semua. Bukan tidak mungkin suatu saat akan muncul orang-orang baru yang menghina agama Islam maupun agama lainnya", Ujarnya  

Kita akan melihat, Apakah aparat hukum mampu menegakkan keadilan seadil-adilnya atas kejadian ini. Atau justru akan ada pengalihan isu lainnya sehingga kasus ini akan tenggelam di telan masa.

"Kita akan melihat bersama-sama Masikah para penegak hukum pro terhadap Kebenaran", Ujarnya

Saya ingin berpesan kepada Ibu Sukmawati Soekarnoputri yang terhormat, Jikalau ibu tak tau syariat silahkan belajar Bu jangan membuat rangkaian puisi yang memicu kemarahan khalayak ramai Bu apalagi menyinggung salah satu agama yang ada di Indonesia.

Carilah objek lain untuk puisi ibu, saya yakin masih banyak objek lain yang dapat dijadikan pembanding selain Agama. Agama apapun itu. 

Biarlah masalah agama menjadi urusan para ahli Agama di setiap agama.

Dan segeralah meminta maaf kepada semuanya, bukan justru mencari kebenaran atas kalimat yang telah diucapkan. Saya yakin, budayawan terhormat seperti anda mampu meminta maaf dengan hormat.(R)
Bagikan:
KOMENTAR