Soal Psk Online ,Yara Pidie Apresiasi Pada Nita Yunita dan Haji Uma


author photo

7 Apr 2018 - 13.27 WIB


ACEH --- Ketua Yayasan Advokat Rakyat Aceh (YARA) Pidie dan Pidie Jaya, Junaidi menyatakan Apresiasi kepada mahsiswi Al Aziziyah Samalanga, fakultas Tarbiyah, Nita Yunita, yang mengecam PSK online Aceh, dan menyesalkan tindakan Polresta Banda Aceh yang mengembalikan para penjaja sek komersial di Aceh ke orang tuanya tanpa hukuman yang layaknya di Aceh, Sabtu (07/04).

Junaidi menegaskan, "Seharusnya hamba hukum, pemerintah Aceh, DPRA, dan Dinas Syariat untuk meninjau kembali UUPA no 6 tahun 2014 tentang  qanun Jinayat (zina). Bagaimana yang sudah berlaku. Apabila para PSK telah terbukti melanggar pasal tersebut, maka wajib di cambuk sesuai aturan, baru kemudian dikembalikan ke orang tuanya untuk dibina." tegas YARA Pidie/Pijay.

Saya sependapat dengan Nita Yunita yang mengecam PSK online Aceh dan menyesalkan tindakan Polresta Banda Aceh. Karena hal itu mencerminkan lemahnya hukum di Aceh seperti masih menganak-tiri kandung dalam menjalankan hukum. 

Junaidi juga melanjutkan, Pendapat yang diutarakan senator handal Aceh untuk RI, H.Uma, adalah solusi yang tepat. Sebaiknya polisi memanggil kembali para penjual Apam itu untuk di Cambuk. Baru kemudian dipulangkan. Hal ini bertujuan agar jadi contoh bagi calon PSK lain, sekaligus membuktikan hukum syariat di Aceh ada fungsinya." sebut Junaidi.

Jika tidak, UUPA dan Qanun di Aceh percuma saja di buat, sebab itu hanya terkesan sebagai simbol untuk Aceh saja." timpalnya.

Pemerintah, DPRA dan Dinas terkait jangan arogan dalam membuat qanun sementara tidak bisa menjalankan secara menyeluruh. Siapapun yang bersalah, wajib dihukum (cambuk) sekalipun dia itu mitra pejabat dan anak pengusaha. Hukum tidak boleh pilih kasih. 

Diakhir kata, junaidi mengharapkan pihak kepolisian untuk memanggil kembali para PSK untuk dicambuk didepan umum, lalu dikembalikan ke orang tiuanya masing-masing." pungkas Junaidi. (Ismail Adam).
Bagikan:
KOMENTAR