Sejarah Baru Gampong Pante Lhong, di Bilik Suara Kadus Dipilih Langsung Masyarakat


author photo

16 Apr 2018 - 21.48 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) sudah lumrah dilakukan untuk memilih pemimpin baru di setiap desa (gampong) dan telah diatur dengan Qanun Aceh Nomor 4 tahun 2009  tentang Tata Cara Pemilihan dan Pemberhentian Keuchiek di Aceh dan UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.

Minggu (15/4/2018) merupakan sejarah baru di Gampong Pante Lhong Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen, masyarakat memilih kepala dusun dengan melibatkan kaum perempuan dan pemilihan dilakukan sama seperti memilih Kepala Desa sebagaimana pesta demokrasi Pilkades pada akhir November 2017 lalu di desa tersebut.

Pada Pilkades lalu, pemilih seluruh masyarakat desa yang berada didusun-dusun dan pemilihan kepala dusun (Petua Duson) sendiri dipilih oleh masyarakat didusun tersebut karena dusun merupakan wilayah administratif terkecil dari desa.

Berbeda dengan Pilkades, tepatnya pukul 08.40 WIB pagi melalui pengeras suara di meunasah, panitia pemilihan kepala dusun  mengundang langsung dengan mengumumkan kepada masyarakat untuk segera hadir ke halaman meunasah Gampong Pante Lhong untuk memberikan suaranya kepada kandidat 

Panitia pelaksana, Agustiar, S.Pd dalam laporannya mengatakan "Pemilih adalah warga desa Pante Lhong yang sudah memiliki hak pilih yaitu mereka yang sudah berumur 17 tahun keatas atau sudah menikah baik laki-laki maupun perempuan dibuktikan dengan KTP atau KK untuk dusun masing-masing", sebutnya 

Rincinya, "jumlah dusun di Gampong Pante Lhong ada 4 (empat) dan setiap dusun akan menentukan satu orang untuk kepala dusun defenitif. Dimana, Dusun Irigasi memiliki kandidat sebanyak 2 orang, dusun Tengku Dipulo 3 orang, dusun Tengku Direhat 4 orang dan dusun Teupin Seulanga kandidatnya berjumlah 5 orang", jelas Agus

Dengan tertib dan antusisme tinggi masyarakat memasuki bilik suara berdasarkan dusun untuk memberikan pilihannya kepada para kandidat yang sudah disiapkan oleh panitia berupa kotak dengan gambar atau foto berwarna berukuran 10 inchi masing masing kandidat.

Atas kesepakatan bersama dengan kandidat, perangkat desa dan panitia pelaksana diputuskan untuk menutup pemilihan pada jam 11.30 WIB siang dan dilanjutkan dengan perhitungan suara.

Hasil perhitungan suara, untuk dusun Tengku Direhat dimenangkan Sanusi, dusun Tengku Dipulo Zulkarnaini, lalu untuk dua dusun lainnya masing-masing dusun Irigasi dimenangkan Zulfikar dan dusun Teupin Seulanga Safrizal memperoleh suara terbanyak, yang dilanjutkan prosesi salaman sebagai ucapan selamat dan wujud sportifitas untuk saling menerima hasil pemilihan. 

Keuchiek Gampong Pante Lhong Murizal melalui pesan WhatsApp yang diterima redaksi Radar Aceh, Senin (16/4/2018) mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat dan panitia pelaksana yang telah berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan ini. "Hak prerogatif telah saya berikan kepada masyarakat untuk bersama sama bertanggung jawab terhadap pembangunan desa dengan peran masing-masing", ujarnya 

"Tentunya kepala dusun yang terpilih tersebut adalah perangkat desa yang bekerja untuk menyukseskan visi dan misi Keuchiek sebagai pimpinan eksekutif dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat gampong Pante Lhong, khususnya untuk 6 tahun kedepan" pungkas Keuchiek Murizal. (***)

Bagikan:
KOMENTAR