Runtuhnya Islam di Andalusia Jangan Sempat ‌Terulang di Aceh Tercinta


author photo

16 Apr 2018 - 13.51 WIB


BIREUEN --- Setiap perubahan pasti mempunyai tujuan agar menjadi lebih baik lagi. Akan tetapi, kegagalan dalam perubahan tersebut bisa saja membuat keadaan semakin memburuk, semoga saja masa lalu bisa menjadi pengalaman serta pembelajaran pada kita semua demi masa depan yang baik, kegagalan yang terdahulu jangan sampai terulang kembali. 

Said Hajril Auliza Al Habsy pengurus SPMA ( Sekolah Pemimpin Muda Aceh ) pelajar Bireuen mengajak seluruh pelajar, mahasiswa, dan seluruh masyarakat agar bersama memperbaiki syariat islam di Aceh yang sedang diambang kehancuran.

 " Saya sangat bangga menjadi orang Aceh, dan saya lebih  bangga menjadi orang Aceh di zaman dulu, karena Aceh sekarang tidak sama dengan Aceh terdahulu, banyak perubahan  yang terjadi di bumi Aceh yang kita cintai sekarang ini, biasanya setiap gerakan perubahan akan membawa buah keberhasilan, tapi lain halnya dengan Aceh bukan menjadi lebih baik, justru menjadi lebih buruk, akan tetapi, masih tertinggal pada masyarakat Aceh sekarang, yaitu mereka masih menjaga nilai moral dan aqidah walaupun hampir pudar. 

Didalam ingatan masyarakat, jika terdengar kata Aceh, maka yang mereka ingat tentang Aceh adalah pusat peradaban islam yang kuat, serambi mekkah, masyarakatnya yang religius serta kuat dalam menegakkan syariat islam, ramah, jauh dari yang namanya kriminal, narkoba, dan lainnya yang bersifat negatif. 

Sekarang di Aceh banyak yang namanya kriminal, narkoba yang justru kebanyakannya anak muda di balik itu semua, dan juga permainan politik kotor yang dilakukan oleh pejabat di Aceh saat ini, jadi mari kita merubah Aceh bersama-sama, semoga Aceh saat ini dan kedepannya bisa menjadi seperti dulu lagi, menjadi Aceh yang aman, Aceh yang maju, dan Aceh yang sejahtera serta banyak disegani oleh negara lain, " ujarnya.

Lanjutnya, runtuhnya islam di Andalusia jangan ‌terulang kembali di Aceh tercinta. Ada tiga catatan besar mengenai sebab keruntuhan ‌peradaban islam di Andalusia.‌ Pertama, perpecahan umat Islam pada saat itu. Kedua, cinta dunia ‌dan takut mati kaum muslimin khususnya anggota keluarga kerajaan ‌islam Andalusia. Ketiga, memudar atau hilangnya peran ulama pada ‌saat itu, ujar siswa Man 3 Bireuen ( Man Peusangan ) kelas XII IPA 1 ini, Minggu, 15 April 2016.

" Semoga Aceh dilindungi dari hal-hal tersebut juga. Harapan saya islam berdiri di Aceh sampai kiamat  dunia. Dan kita sebagai anak muda marilah membuat  hari-hari kita lebih bermakna untuk agama, nusa, bangsa, dan negara ", ungkap anggota pengurus SPMA pelajar Bireuen. (R)
Bagikan:
KOMENTAR