Puluhan Ribu Ikuti Kajian Tauhid Tasawuf dan Rateb Siribee


author photo

25 Apr 2018 - 12.14 WIB


Banda Aceh – Puluhan ribu Jamaah dari Banda Aceh, Aceh Besar, bahkan dari luar Aceh mengikuti Kajian Tauhid Tasawuf dan Rateb Siribee yang digelar oleh Majelis Pengkajian Tauhid-Tasawuf Indonesia (MPTT-I) bekerja sama dengan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry dan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).

 

Kajian Tauhid Tasawuf dan Rateb siribee tersebut di gelar di Lapangan Tugu Darussalam, Banda Aceh, Senin (23/4) malam.

 

Amantan lokasi, Puluhan ribu jamaah melantunkan zikir sekira pukul 23.30 WIB yang dipimpin oleh ulama karismatik Aceh yang juga penggagas majelis Rateb Siribee dan Pimpinan MPTT Asia Tenggara, Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi beserta para guru lainnya.

 

Rateb siribe menggema di Darussalam. Jamaah yang datang dari berbagai daerah tampak larut dan khusyuk dalam lantuan zikir secara bersama-sama. Sebelum rateb siribee dimulai, diisi dengan tausiah yang disampaikan Ketua Umum MPTT Pusat, Abi Sahal Tastari Waly dan Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA.

 

Jamaah terlihat antusias mengikuti majelis rateb siribee dan tausiah dan mengikuti zikir,  mendengarkan tausiah agama, termasuk tausiah puncak dan penjelasan atau jawaban dari Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi terhadap pertanyaan yang disampaikan sejumlah penanya dalam kesempatan tersebut.

 

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, termasuk penceramah yang paling ditunggu jamaah,  dalam tausiahnya mengupas soal zikir, makrifat, dan kesufian dalam Islam.

 

Farid menyampaikan, zikir adalah sesuatu yang dianjurkan untuk terus diucap oleh seorang manusia, karena menurut Farid dengan zikirlah seorang hamba akan memperolah kebaikan-kebaikan baik di dunia maupun di akhirat. Seorang manusia memiliki dua sifat, pertama sifat lahud (ketuhanan) dan sifat nasut (kemanusiaan).

 

"Lahud ini sifatnya Tuhan, sebagian sifat Tuhan yang ada pada diri manusia, yaitu pemaaf, penyayang, penolong, dan sifat baik lainnya. Sedangkan sifat nasut adalah sifat manusia, yaitu dengki, tamak, loba, ku'eh dalam bahasa Aceh, itulah sifat kita (manusia)," jelas Rektor UIN Ar-Raniry  dalam tausiahnya.

 

Untuk sifat lahud, sambung Farid, tak ada masalah, karena memang sifat Tuhan yang baik yang ada pada diri manusia. Sifat yang bermasalah adalah, sifat nasud yang lumrah dimiliki oleh seorang manusia.

 

"Nah, untuk membuang unsur sifat nasud seperti dengki, tamak, dan lain-lainnya itu adalah dengan cara berzikir, zikir, zikir, zikir, sebut nama Allah, Allah, Allah, Allah. Zikir inilah yang dapat mengubah sifat-sifat kita yang tidak baik itu, jadi obatnya adalah zikir," jelasnya kepada puluhan ribu jamman yang hadir.

 

Pada kesempatan yang sama, Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi selaku penggagas majelis rateb siribee mengatakan, ia merasa bahagia atas terselenggaranya majelis rateb siribee tersebut.

 

Menurut Abuya, rencana majelis rateb siribee di lingkungan kampus sudah direncanakan sejak awal. "Memang sudah kita rencanakan dari awal, tapi baru malam ini terselenggara, alhamdulilah saya merasa senang dan bahagia," ungkapnya.

Abuya juga menyebutkan, majelis zikir rateb siribee sudah dilakukan Majelis Pengkajian Tauhid-Tasawuf Indonesia (MPTT-I) di berbagai pelosok, termasuk di luar Aceh. Abuya mengajak semua jamaah yang hadir untuk terus berzikir baik secara lisan maupun dengan hati.

 

"Selalu berzikir, agar kita dekat dan bermakrifat dengan Allah Swt. Insya Allah dengan zikir, Allah memudahkan kita untuk menggapai hajat dunia dan akhirat," pungkas Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi.

 

Hadir dalam majelis rateb siribee  tersebut Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Ketua DPRK Banda Aceh, Kapolresta Banda Aceh, perwakilan Unsyiah. (R)

Bagikan:
KOMENTAR