Perjuangan Buukan Untuk Tahta


author photo

3 Apr 2018 - 11.31 WIB


ACEH --- Liku perjuangan Aceh sudah terlewati oleh generasi tapi ingatan pasti tidak akan lupa sejarah silam luka lama masyarakat Aceh, dari sekian perperangan yang terjadi di hadapan kasad mata mayat bertaburan, kontak tambak di hadapan, pembunuhan brutal, pemekosaan, penculikan dan lain-lain pasti di rasakan bangsa Aceh 32 tahun lalu.

Dari berbagi kisah hingga perdamaian terjadi pasti ada hikmah di balik darah dan yawa yang terkorbankan di bumi serambi mekah, namun yang paling pasti perjuangan bukan untuk jabatan tapi untuk keadilan dan kemakmuran rakyat, walau bergeser di hadapan yang pasti kebaikan untuk semua lapisan.

Perjuangan lalu harapan baru untuk bangsa Aceh walau di tindas oleh oknum tertentu dalam kepentigan yang pasti perjuangam dulu murni untuk rakyat dan generasi hingga bisa merasakan seperti hari ini.

Memang secara kajian bayak yang kecewa lahirnya perdamaian bukan kemerdekaan sebagai mana niat dari indatu pisah dari NKRI demi tegaknya negara berdaulat Aceh merdeka, namun semua itu hilang dan kembali dalam NKRI, namun perjuangan akan terus di suarakan oleh generasi peduli Aceh merdeka hingga akhir hayat.

Merdeka sebuah negeri memang hak segala bangsa namun sayang kemerdekaan itu bagaikan mimpi demi negara Aceh yang pasti indonesia tidak  akan melepaskan Aceh untuk jadi negar.

Memang semagat indatu untuk berjuang memang karena Allah walau sekarang jadi karena jabatan dan harta namun itu semua hanya oknum tertentu, oleh sebab itu perlu kekompakan dan persatuan bangsa Aceh kembali untuk melangkah mencapai kemerdekaan itu, baik secara diplomasi atau aksi hingga nyata Aceh bisa berdiri atas negara sendiri.

Maka pegalaman yang terjadi harapan baru perjuangan masa depan, bukan perjuangan demi jabatan tapi murni lillahitaala demi agama dan bangsa, apalagi kita lalai dalam sekanario NKRI maka Aceh akan hilang dan sia-sia perjuangan masa lalu hingga lahir pengkhianat -pengkhianat sesama bangsa dan terjadi lah pertumpahan darah sesama bangsa Aceh, oleh itu sebelum terjadi  maka siapkan diri dalam perpolitikan agar bangsa Aceh jangan tertipu dengan uang receh,hingga menjual nama bangsa demi kepetigan pribadi dan kelompok namun pandailah dalam interaksi  politik sebelum bangsa ini di leyabkan oleh oknum-oknum.

NKRI harga mati bangsa Aceh ingatan kami,kekompakan demi marwah salah satu jalan untuk perubahan. 

Penulis kabid sosial SPMA Bireuen
Azhari Ss,yMahasiswa pasca sarjana IAIN Malikusaleh Lhokseumawe ACEH
Bagikan:
KOMENTAR