Pengacara Narapidana Lapas Lambaro Meminta Dukungan 2 Senator Aceh


author photo

5 Apr 2018 - 18.19 WIB


Jakarta --- Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman yang lebih akrab disapa Haji Uma langsung menerima kunjungan Advokad Narapida Lapas Lambaro Banda Aceh yang dipindahkan ke seluruh Lapas di Sumatera Utara pasca kerusuhan pada Januari 2018 lalu.

Sebelum menjumpai Haji Uma, para advokad muda ini juga telah menjalin komunikasi dengan anggota DPD RI Asal Aceh, Fakhrurrazi.

SYR Law Firm Aceh Besar, Advokad Yusi Muharnina SH dan Rukayah SH sudah menceritakan kondisi narapida pasca dipindahkan ke Sumatera utara sudah sangat memperihatinkan.

Pengakuan narapida yang sudah dipindahkan kesalah satu lapas di Sumatera Utara mengatakan, saat ini keadaan mereka disana over kapasitas, dalam satu kamar diisi oleh 26 narapidana, untuk tidur mereka harus bergantian dengan narapidana lain. 

Keluhan lainnya juga pasca pindah ke Sumatera Utara, mereka tidak pernah mendapat kunjungan keluarga sama sekali dikarenakan jarak yang jauh dan besarnya dana yang dibutuhkan untuk menjenguk ke lapas penempatan mereka.

Kedatangan para advokad muda ini bertujuan, meminta dukungan para anggota DPD RI Asal Aceh agar dapat membantu para narapidana asal lapas Lambaro, Banda Aceh untuk proses lanjut dipindahkan kembali ke Lapas dekat domisili keluarga.

"Alasan pemindahan /mutasi napi sudah sesuai dengan pasal 16 Ayat (1) UU no 12 tahun 1995 tentang pemasyrakatan Narapidana dapat dipindahkan dari satu lapas ke lapas lain untuk kepentingan; 1. Pembinaan terutama dari keluarga terdekat, 2. keamanan dan ketertiban, 3. proses peradilan, 4. kepadatan isi lapas/rutan dan lainnya yang dianggap perlu" ungkap Yusi Muharnina SH selaku kuasa hukum keluarga Narapidana Lapas Lambaro, Banda Aceh, Rabu (4 April 2018)

Dua anggota DPD RI asal Aceh yang mereka temui yaitu, Haji Uma dan Fakhrurrazi antusias menyambut baik serta mendukung upaya advokasi yang dilakukan SYR Law Firm Aceh Besar upaya dapat mengembalikan para narapidana yang dipindahkan ke seluruh lapas di Sumatera Utara untuk dipindahkan kembali dekat domisili keluarga di Aceh.

Namun, kedua senator asal Aceh menyampaikan surat kepada Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia untuk menyetujui proses pindah kembali sebanyak 24 narapidana sebagaimana di mohon oleh advokad SYR Law Firm Aceh Besar.

"Para narapidana tersebut harus dipindahkan kembali ke Aceh, mereka harus mendapatkan pembinaan yang baik, pembinaan yang penuh dengan keislaman, keacehan dan termasuk pembinaan dari keluarga terdekat" ungkap Haji Uma

Yusi menambahkan, pasca terjadi kerusuhan di lapas kelas II A Lambaro Banda Aceh Januari 2018 lalu, sebanyak 58 narapidana dipindahkan dan disebar ke lapas diseluruh Sumatera Utara. "Dari 58 narapidana yang dipindahkan, sebanyak 24 pihak keluarga narapidana melaporkan kepada kami untuk mengurus kepindahan sanak family mereka kembali ke Aceh agar lebih mudah di kunjungi. (R)
Bagikan:
KOMENTAR