Pemuda Bireuen: Problem Aceh Semakin Acak-Acarakan, Ada Upaya Menjelekkan Aceh


author photo

1 Apr 2018 - 22.47 WIB


BIREUEN --- Pada tahun 2018 ini  masalah di Aceh tiada henti-hentinya, mulai dari pembahasan R-ABPA, Tanah Wakaf Asyi dan Prostitusi. Itu semua terjadi hanya dalam hitungan hari saja. Demikian keluhan putra Bireuen yang juga mahasiswa Al Muslim.

Menurut Isnardi, ada hal yang aneh dengan Aceh, seperti skenario yang diciptakan. "Apakah tahun2 sebelum nya tidak ada masalah apa-apa di Aceh? pasti jawabnya ada," tanya nya?

"Tapi tahun ini beda satu problem belum usai, eh ! persoalan lain kembali di viral kan, kesannya ada upaya melakukan upaya pembunuhan character terhadap Aceh," tegas mahasiswa Fakultas FISIP Prodi Adminstrasi Negara ini yang juga alumni Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA).

"Pernah kah terlitas di pikiran kita semua tentang problem problem seperti pertama, kenapa RAPBA tidak ada titik temu antara Eksekutif dan Legislatif, yang ada mereka saling menyalahkan antara Eksekutif dan Legislatif ? kedua,Kenapa BPKH RI begitu antusias dan berani mau investasi terhadap tanah wakaf Asyi di Mekkah?" ada apa tanya nya.

Ketiga menurutnya problem prostitusi yang baru- baru ini terjadi, seakan-akan tidak ada tindakkan hukum yang serius.

"Kita selaku masyarakat Aceh jangan hanya jadi penonton dan hanya sekedar berbicara di warung kopi saja, kita selaku rakyat harus melawan dan menyuarakan apabila problem yang terjadi selama ini ada sedikit kejanggalan," tegasnya.

Dirinya mengingatkan bahwa ideologi politik indonesia masih bisa dimainkan di Aceh, melalui orang-orang elit kita sendiri. Mari kita suara kan benaran, meski nyawa taruhan. "Insya Allah Aceh beu meusaboh lage ndjan ka," tutupnya.(R)
Bagikan:
KOMENTAR