Pemerintah Pidie Jaya Buka Pintu Bagi Sirul Mubtadi


author photo

15 Apr 2018 - 16.27 WIB


PIJAY --- Pemerintah kabupaten Pidie Jaya  beserta seluruh jajarannya membuka lampu hijau dan pintu masuk bagi Sirul Mubtadi untuk beraktifitas di Pidie Jaya. Hal ini diungkapkan Pjs.Bupati Pijay, Kamaruddin Andalah, S.Sos, M.Si pada Tausiah Akbar Sirul Mubtadi Aceh dengan masyarakat Pidie Jaya, di lapangan bola kaki Meureudu, Minggu, (15/4/2018).

Acara yang dihadiri 3000 lebih massa dengan pengawalan ketat dari petugas kepolisian Pidie, berjalan aman dan tenteram. Walau kondisi lapangan agak becek, namaun tidak menghalangi massa dan anggota Sirul Mubtadi untuk mendengarkann Tausiah tersebut.

Turut hadir pada acara tersebut, Ketua Sirul Pusat. Walet Razali, Ketua Sirul Pijay, Walet Jafar. Walet Samalanga (pembawa tausiah) Tu Sop Bireuen (pembawa tausiah), Pjs bupati Pijay, para kepala dinas, Dandim Pidie, Polres Pidie, kapolsek, koramil, dan para camat dalam kabupaten Pidie Jaya. Juga ketiga calon bupati dan wakil bupati Pijay, paslon 1, 2 dan 3, kecuali paslon no 4.

Pjs. Bupati Pijay, H.Kamaruddin Andalah, S.Sos, M.Si pada pembukaan Tausiah menegaskan bahwa Kehadiran Sirul Mubtadi di Pijay merupakan langkah positif yang harus dipro aktifkan oleh pemerintah kabupaten. Sesuai fungsinya, Sirul Mubtadi adalah Pengajian Agama yang membuka mata hati ummat Islam agar tidak terseret dalam Aliran Sesat dan Sesat Tanpa Aliran. 

"Saat ini memang banyak sekali aliran-aliran yang masuk ke Aceh, berusaha memperdangkal akidah ummat. Hingga ummat Islam tersesat, karena itu memang aliran sesat. Tapi tidak kurang juga ummat Islam tersesat karena terjerumus tanpa aliran," ucap Pjs. Kamaruddin.

Masih menurut Pjs, beliau mengatakan, atas nama pemkab Pidie Jaya, pihak pemerintah menyambut baik dan menerima Sirul Mubtadi hadir dan beroperasi di Pidie Jaya.

"Siapapun yang terpilih nanti sebagai bupati Pidie Jaya, maka wajib membina kesatuan organisasi islam ini. Sebab Sirul Mubtadi adalah bertujuan membangun masyarakat kita dalam hal akidah agama yang berpondasi pada Alsunnah waljamaah. Berpedoman pada mashhab Syafi'i," tutur Kamaruddin.

Ketua Sirul Mubtadi Aceh,  Walet Razali dalam sambutannya juga membahas secara global kegiatan Sirul Mubtadi di Aceh. "Semula payah sekali mendapatkan angota, tapi sekarang, Insya Allah sudah ada cabangnya di 13 kabupaten kota di Aceh." kata Walet Jafar.

Walet Razali juga mengupas sedikit fungsi dan kedudukan organisasi ini di Aceh. "Sirul Mubtadi semata-mata bergerak dalam pengajian dan tausiah. Tidak berpolitik. Maka jika ada diantara anggota kami yang berpolitik, itu bukan atas nama Sirul Mubtadi. Tapi itu pribadi mereka. Jika ketahuan membawa nama Sirul Mubtadi ke ranah politik, baik caleg maupun timses, maka namanya kita coret  dari anggota." ucap ketua Sirul Mubtadi Pidie Jaya, Walet Jafar.

Giliran Tu Sop memaparkan Tausiahnya. Dihadapan tiga ribuan lebih massa, Tu Sop, dengan gaya bahasanya yang menawan, seperti sering kita dengar di DiRaja radio FM, beliau menyuruh warga Pijay agar jangan terpengaruh oleh aliran-aliran yang tidak jelas mashhabnya.

Walet Samalanga juga sama seperti hal nya Tu Sop, tetap menganjurkan warga Pijay untuk semuanya menjadi anggota pengajian, Sirul Mubtadi. Acarapun berakhir dengan pembacaan do'a. (Ismail Adam).
Bagikan:
KOMENTAR