Menelan Pahitnya Kebijakan


author photo

16 Apr 2018 - 07.36 WIB


Aceh Tamiang [] Radaraceh.com _ "menelan pahitnya kebijakan". itulah yang di rasakan Tekhnisi dan Proktor UNBK, kenyataan yang harus di terima, menerima kebijakan dari "grombolan penguasa". Di telan pahit, nggak di telan sakit.

Tekhnisi Dan Proktor

Proktor merupakan sebuah peran dan tugas baru yang muncuk setelah UN menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) atau UNBK. Peran seorang proktor memang belum ada pada sistem ujian berbasis kertas.

Dalam pengertian sederahana Proktor adalah orang atau pihak yang ditunjuk dan ditugaskan untuk bertanggungjawab mengendalikan sever di sebuah sekolah. Sedangkan tekhnisi adalah petugas pengelola laboratorium komputer (pranata komputer) di sekolah/madrasah yang melaksanakan UNBK/CBT.

Seperti yang diketahui bahwa UNBK sebenarnya menggunakan sistem semi online. Jadi sekolah harus mengunduh terlebih dan melakukan sinkronisasi semua data dari pusat terlebih dahulu baru kemudian dimasukkan ke dalam server sekolah.

Sekolah pelaksana UNBK harus mempunyai seorang tenaga ahli untuk memasukkan semua data dari pusat ke dalam server, dan orang tersebutlah yang dinamakan dengan Proktor.

Ketika hari pelaksanaan UNBK tiba, seorang proktor juga berwenang meminta token dari pihak pusat supaya dapat membuka semua soal yang terdapat di setiap sekolah.

Orang yang bertugas sebagai proktor tersebut selanjutnya mempunyai tugas penting untuk menjaga server dari jaringan client di dalam ruangan yang menjadi tempat pelaksanaan ujian agar tetap terkoneksi dengan baik.

Dalam sistem UN secara manual, hanya akan dijaga oleh dua orang pengawas saja. Hal ini berbeda dalam UNBK yang nantinya akan dijaga oleh tiga orang pihak sekaligus, yaitu  satu orang proktor, satu pengawas, dan satu teknisi komputer.

Selain itu, ia juga harus mampu memperbaiki berbagai persoalan teknis jaringan yang bisa saja dihadapi dalam pelaksanaan UNBK. Misalnya saja tidak bisa login ke sistem, soal yang tidak tampil dan berbagai masalah teknis lainnya.

Ketika ujian sudah selesai dilaksanakan bukan berarti tugas proktor lantas usai. Seorang proktor juga harus mengunggah jawaban peserta didik ke server pusat. Supaya data jawaban UN bisa masuk ke server pusat.

Tugas dan peran proktor dalam pelaksanakan UNBK memang sangat penting. Ia harus bertanggungjawab secara teknis mengenai pelaksanaan un di sebuah sekolah mulai dari tahap persiapan sampai dengan pengiriman jawaban UN ke server pusat.

Rasanya peran penting dan kerja keras tekhnisi dan proktor tidak sebanding dengan honor yang di dapat. "kerja dan tanggung jawabnya serius tapi honornya main-main, semula Rp. 150 ribu/hari, rincian ini sudah di edarankan kemendikbud terkait honor tekhnisi, proktor dan pengawas. Lho kok sekarang menjadi Rp. 100 ribu/hari". Cetus Z, salah satu proktor madrasah aliyah yang ada di Aceh Tamiang. Minggu (15/4).

Dan ini bukti edaran yang di sampaikan melalui whatsaap, dan saya (Z) di kirim oleh kepala madrasah saya. Cetusnya lagi sambil menunjukan isi pesan tersebut kepada radaraceh.com, dan berikut adalah isi edaran yang disampaikan melalui pesan whatsaap;
 
Yth, Bapak Ibu Kabid.
Berdasarkan keputusan rapat Anggaran UN 2018 di Kemdikbud, 5 Sept 2017 dihasilkan hal2 sbb:
1. Jadwal UN 2018 dimajukan antara Pebruari atau awal Maret 2018 dgn pertimbangan memberi kesempatan kpd guru dan siswa untuk lebih berkonsentrasi menuntaskan standar ketuntasan belajar ketimbang berorientasi UN semata.  Oki, seblum pelaksanaan Ujian2 sekolah/madrasah misalnya USBN, UAMBN dan US/UM  standar ketuntasannya harus tercapai. ujian sekolah/ujian madrasah dihitung 6 semester sedangkan UN yg dimajukan hanya dihitung 5 semester.
2. Anggaran UNBK khusus honor 
proktor RP 150 rb x 5 hari, 
teknisi RP 150 rb x 5 hari dan 
pengawas RP 100 rb x 4 hari 
Dan UNKP (andaikan ada madrasah yg tetap melaksanakan UN kertas) honor pwngawasx sebanyak RP 75 ribu x 2 org x 3 atau 4 hari. Semuanya dibiayai oleh kementerian terkait (Untuk penganggaran di madrasah kami tlh melaporkan ke Sesditjen Pendis dan akan segera diambil kebijakan). 2018 diarahkan makin mengecilnya jumlah madrasah pelaksana UNKP.

3. Note KE,  Karena dimajukannya UN maka harus pula dipercepat 
A. POS UAMBN, USBN dan UM (target Nopember 2017 sdh ditandatangani Dirjen).

B. Kisi2 dan soal2 UAMBN (target paling lambat awal Desember 2017).
C. Dir. KSKKM berkomitmen melaksanakan UAMBK. Teknis, strategi dan administrasix sedang kami komunikasikan dgn tim Emis.

D. Subdit KE akan mengirimkan surat permintaan sejumlah data2 yg dibutuhkan berkait madrasah yg siap dan bisa disiapkan dan atau melakukan usaha sendiri untuk melaksanakab UNBK.

E. mhn segera dikrmkan data2 madrasah pelaksana K13 agar kami memproses secepatx SK nya agar bisa terkoneksi dgn Simpatika. 
Mhn doanya semoga agenda2 ini dimudahkan Allah swt. 
Subdit KE

Ketua Kelompok Kerja Madrasah (K3M) Aceh Tamiang , ME, mengungkapkan " kami sudah melakukan musyawarah bersama seluruh kepala Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta sebanyak 13 Kepala Madrasah setingkat Aliyah yang ada di Aceh Tamiang terkait membayar honor tekhnisi dan proktor sebesar Rp. 100 ribu/hari dan sudah sepakat, selanjutnya di setujui oleh KASIPEMAD KEMENAG Aceh Tamiang, makanya kami lanjut". Sanggahnya kepada radaracehcom melalui telephon selular saat di konfirmasi.

Dia juga membenarkan perihal edaran surat tersebut

" untuk komponen tekhnisi dan proktor tidak ada kita ikut sertakan dalam rapat K3M, dan 13 kepala Madrasah yang tergabung dalam kelompok Kerja Madrasah tidak ada satupun yang menyuarakan agar mengikutsertakan tekhnisi dan proktor dalam rapat". Tambahnya lagi.
 
Sementara itu Bendahara Kelompok Keraja Madrasah (K3M), SM, mengatakan alasan mengapa honor tekhnisi dan proktor di kurangkan di antaranya terlalu banyaknya simulasi dan keterbatasan dana di sebabkan tidak mendapatkan bantuan lagi dari provinsi, dan semua dana murni dari dana BOS. Katanya

"lagian kenapa di bayar segitu, mengingat anggaran dana BOS permadrasah berbeda beda. Anak banyak ya dana BOS nya lumayan, sedangkan anak sedikit ya dana BOS nya ya sedikit". Kata SM lagi

 kita pun, lanjut SM lagi, tidak bisa sama kan dengan Dinas, karena mata anggaran mereka banyak sedangkan kemenang cuma berharap dari dana BOS. "karena kemenag pun dalam hal dana sepertinya pun tutup mata". Tutupnya kepada radaraceh.com melalui pesan whastaap

"kami juga bagian dari sistem, dan kami juga di bebankan tanggung jawab yang besar, jika kesalahan dan kegagalan terjadi di lapangan, sudah pasti kami yang mendapatkan caci maki dari atasan (kamad), tetapi jika sukses, siapa yang mendapat nama dan pujian, pastinya kepala madrasah dan kementrian". Cuat Z

Z menilai Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3M) Aceh Tamiang tidak bijaksana dalam mengambil kebijakan, karena tidak mengikut sertakan tekhnisi dan proktor dalam pengambilan keputusan tersebut. 

Dan dia (Z) juga kecewa dengan kepala madrasah yang hanya diam dan tidak ada yang menyuarakan agar tekhnisi dan proktor ikut dalam musyawarah, mementingkan ego, tidak mementingkan nasib bawahan. "Bukan meperjuangkan, malah sebaliknya berjamaah meng iya kan untuk mengurangi honor tehknisi dan proktor". Cetusnya lagi dengan rasa kecewa.

"Saya(Z) berharap kepada kankemenag Aceh Tamiang khususnya kepada Kasipemad agar lebih memperhatikan dan mengkaji terlebih dahulu setiap ajuan ajuan yang masuk, baik itu dari K3M, Kepala Madrasah, dan yang lainnya, agar di dalam keputusan tersebut tidak ada yang terzolimi, dan kiranya hal ini dapat di tindak lanjuti kembali". Pungkasnya. [] zf
Bagikan:
KOMENTAR