Medco Kirim Kelompok Tani dan SMK Binaan Ke Jawa Barat


author photo

11 Apr 2018 - 11.04 WIB


Radaraceh.com | Bandung  – PT Medco E&P Malaka dan Medco Foundation memfasilitasi perwakilan Kelompok Tani Glee Alue Patong dan SMK Negeri 1 Indra Makmu, Aceh Timur untuk berkunjung ke pertanian dan peternakan modern di Jawa Barat, Rabu (4/4). Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SMK dan kelompok tani binaan di wilayah kerja Blok A, dalam upaya mengembangkan perekonomian masyarakat Aceh Timur di sektor pertanian dan peternakan, Selasa (09/04).

Pada kesempatan itu, Kepala SMK dan ketua kelompok tani mengunjungi fasilitas peternakan modern Mahesa Mutiara Tani di Bogor; fasilitas pertanian modern Pondok Pesantren Al Ittifaq di Bandung; lahan jagung binaan Medco Foundation serta Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) di Kuningan.

"Pada kunjungan ini, mereka melakukan observasi dan belajar langsung dari pakar dan praktisi. Ilmu dan pengalaman yang didapat diharapkan bisa diaplikasikan di pertanian dan peternakan modern yang sedang dikembangkan di Indra Makmu," ujar Head of Program Medco Foundation Rendra Permana.

Kepala SMKN 1 Indra Makmu, Rahmatsah Putra, antusias mempelajari pengelolaan pertanian di Pondok Pesantren Al Ittifaq, terutama tanaman holtikultura. Didampingi tim Perusahaan dan Medco Foundation, sekolah yang dipimpin Rahmatsah kini sedang giat mengembangkan holtikultura.

Begitu juga Ketua Kelompok Tani Glee Alue Patong, Muhadi, selain fokus pada pengembangan holtikultura, dia antusias belajar pengelolaan peternakan domba modern. Kelompok yang dipimpinnya, beranggotakan 25 orang, kini sudah mulai mengembangkan peternakan domba. "Kami beruntung atas keberadaan Medco E&P Malaka di wilayah kami, yang peduli dan memberikan kesempatan untuk melihat hal lain yang tidak ada di daerah kami, sehingga kami bisa maju," ujar Muhadi.

Kunjungan ini ditutup dengan panen raya jagung di Kuningan bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin. Dalam panen itu, APJI menyatakan siap membantu SMK dan kelompok tani Aceh Timur mengembangkan lahan jagung, khususnya peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen.  

"Belajar dari pengalaman pertanian di Kuningan, target awal panen yang hasilnya 6 ton per hektar, ternyata dapat mencapai 9,3 ton per hektar. Kami yakin keberhasilan ini juga bisa diterapkan di Aceh. APJI siap membantu SMK dan kelompok-kelompok tani di Aceh," ujar Ketua APJI Sholahuddin. (Romy)
Bagikan:
KOMENTAR