Terkait Dibebaskan Psk Online, Ketua SPMA Bireuen: Nilai Syariat Islam Direndahkan,Senilai Psk Online


author photo

6 Apr 2018 - 21.58 WIB


RADAR ACEH | Bireuen-Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) Kabupaten Bireuen angkat bicara terkait PSK Online yang  dibebaskan oleh pihak penegak hukum di Aceh, Jum'at (6/4/2018)

Yusri, S.Sos Ketua Umum SPMA Bireuen kepada awak media, mengatakan "Konon katanya Nilai Syariat Islam di Aceh bisa di permainkan oleh pihak-pihak yang mau menjual hukum syariat Islam dengan harga murah seperti harga PSK, padahal harga syariat Islam di Aceh tidak boleh ditawarkan dengan apapun untuk membebaskan pelanggar syariat Islam", ujarnya

"Padahal dalam Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayah, menerangkan Harus Dirajam yang melakukan Pelanggaran Syariat Islam di Aceh dan di perkuatkan pada Pasal 3 poin 2 Jarimah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi, Khamar, Maisir, Khalwat, Ikhtilath, Zina, Pelecehan Seksual, Pemerkosaan. Jadi poin yang harus digaris bawahi untuk menghukum PSK Online adalah cukup jelas tertera" ungkapnya

"Jika pekerja Seks Komersial kali ini dibebaskan secara cuma-cuma tanpa mendapatkan hukuman Cambuk seperti yang diterakan dalam Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014, maka jangan berharap Syariat Islam akan dihargai oleh orang Islam sendiri di Aceh, jika yang melanggar syariat di bebaskan untuk dikembalikan kepada keluarga, seharusnya mesti ada efek jera untuk pelanggar syariat Islam tersebut", pangkas Yusri. [REL]
Bagikan:
KOMENTAR