Kekurangan Ruang Belajar, Siswa Harus Belajar Di Luar Gedung


author photo

4 Apr 2018 - 16.13 WIB


Aceh Tamiang [] Radaraceh.com _ Siswa/i Madrasah Aliyah (MA) Al Ikhlas Tanah Terban harus belajar di luar gedung, akibat kekurangan ruang belajar. 

Madrasah yang telah berdiri 5 tahun yang lalu yang beralamat di jalan lintas medan-banda aceh desa tanah terban, sangat membutuhkan perhatian dan bentuan pemerintah daerah, guna terciptanya proses belajar mengajar yang baik. 


"Kami sudah 1 tahun ini belajar di luar pak, apalagi ketika kakak kelas kami Ujian Nasional, kami pasti harus belajar di luar karena kelas di pakai untuk ujian, kami juga susah karena sekolah kami tidak ada kamar kecil, sehingga kami kalau mau buang air kecil terpaksa jalan kemeajid yang ada di desa". Keluh salah satu siswa Kelas XI kepada Radaraceh.com saat di temui ketika sedang proses belajar di luar gedung. 

Mendengar keluhan dari siswa Radaraceh.com pun merasa miris dan selanjutnya tim pun beranjak untuk bertemu dengan kepala madrasah. 

"Memang benar seperti apa yang di katakan siswa kami pak dan kami juga belum mempunyai kamar kecil, fasilitas nya juga seadanya, yang penting kami tetap semangat dalam mencerdaskan anak bangsa". Tutur Kepala Madrasah Aliyah Al Ikhlas Tanah Abdul Muis, S. PdI kepada Radaraceh.com saat di temui di ruang kerjanya. 

Padahal, sambungnya, minat masyarakat untuk menitipkan anaknya belajar pada Madrasah kami sangat besar, saat ini saja siswa kami berjumlah 90 siswa dan ruang yang kami punya cuma 3 ruang, 1 ruang sebagai kantor dewan guru dan saya, dan 2 ruang lagi sebagai ruang belajar. 

Untuk 1ruang kami bagi menjadi 2 ruang belajar dengan cara di sekat menggunakan triplek, di pakai untuk kelas 10 dan kelas 11a, sedangkan 1 ruang lagi juga sama, kami sekat untuk 2 kelas, kelas 11b dan kelas 12,"Katanya lagi.

Kalau di waktu masuk musim penghujan, kami sangat kewalahan, karena anak-anak kekurangan ruang dalam belajar, "kalau saat ini ok lah pak, cuacanya cerah terus, kalau tiba-tiba hujan, anak anak berlarian seperti kambing kena air, pada lari semua. Nah itu yang menjadi kendala bagi kami,"Tutur Abdul Muis lagi.

Alhamdulillah, katanya lagi, guru guru yang mengajar tidak pernah mengeluh dengan segala keterbatasan yang kami punya, padahal ya pak (ucap kepada Radaraceh.com), guru kami semua bersetatus Bakti, dan saya (Kepala Madrasah) masih bersetatus Kontrak Daerah. 

"Ya saya berharap kepada pemerintah daerah agar memperhatikan dan membantu pendidikan yang ada di Aceh Tamiang ini, khususnya Madrasah kami, agar kami bisa mencetak anak anak bangsa, "kalau fasilitas kami seperti ini, bagaimana kami bisa mencetak generasi generasi yang handal, sementara fasilitas kami sangat kekurangan". [] zf 
Bagikan:
KOMENTAR