Kades Jambi Baru Kambing Hitamkan Ketua PKBM Saat Dimintai Keterangan Ijazah Palsu Hakim PN Singkil


author photo

13 Apr 2018 - 11.05 WIB


Radaraceh --- Sekira pukul 18.00 wib s/d 21.00wib Kamis (12/04) Pengadilan Negeri Aceh Singkil gelar sidang lanjutan pengambilan keterangan terdakwa kasus ijazah Palsu Kades Jambi Baru Kec.Sultan Daulat Kota Subulussalam.

Diawal awal sidang hakim meminta terdakwa SK menghadirkan alat bukti berupa surat menyurat.Tetapi terdakwa tidak bisa menghadirkannya.

Pada persidangan tersebut Kades Jambi Baru berinisial SK dalam keterangannya mengatakan Ijazah paket B nya tahun 2010 diambil di Lembaga PKBM Al Ma'rifah di Desa Darul Aman Kec.Longkip pimpinan Lamuti.Tetapi SK tidak ingat kapan ia mendaftar,berapa jumlah peserta belajar,berapa jumlah peserta ujian,kawan seangkatan,kawan ujian,siapa nama guru pengajarnya dan berapa nilai ijazahnya di lembaga tersebut.

SK mengatakan ia mengikuti pendidikan satu tahun,belajar dua minggu sekali serta mengikuti ujian di SMP Suka Makmur.Mata pelajaran yang di ujiankan SK tidak ingat.Menurut SK ia mendaftar di lembaga PKBM Al ma'rifah paket B dengan memberi foto copi KTP,KK,Pas Poto 3x4 sebanyak 4 lembar pada Lamuti.Tapi SK tidak ingat nomor pendaftaran,nomor peserta UN dan nomor ijazahnya.

SK juga mengatakan "setelah masuknya laporan ijazah saya ke Polisi maka saya hubungi Lamuti".Kemudian ijazah paket B nya tersebut di ambil kembali oleh Lamuti,alasan Lamuti ijazah tersebut salah ujar SK.Hakim kemudian bertanya jika kamu yakin lulus ujian  kenapa kamu tidak pertahankan Ijazahmu tersebut setelah tujuh tahun bersamamu.Jika ada yang salah pada ijazahmu apanya yang salah.Nama,tgl lahir dll semua benar.SK kembali katakan "saya tidak tahu yang mulia itu semua urusan Lamuti".

Hakim Ketua mengatakan berdasarkan Daftar Nilai Hasil UN Pendidikan Kesetaraan Paket B Tahun Pelajaran 2009/2010 Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan yang di tanda tangani Kepala Dinas Pendidikan Aceh,nomor peserta di Ijazah SK tersebut  ternyata atas nama Rasudin.Dan nama SK tidak ada pada daftar peserta lulus maupun tidak lulus pada tahun pelajaran tersebut.Menanggapi pertanyaan tersebut SK berkomentar"Terdaftar tidak terdaftar saya tidak tahu yang penting saya dapat ijazah,ternyata saya ditipu oleh Lamuti",ujar SK.

Karena SK terus melemparkan kesalahan pada Lamuti,Hakim Ketua sempat berujar "memang enak melimpahkan kesalahan pada orang yang tidak ada,coba ada orangnya pasti berbeda ceritanya".

Jaksa Penuntut Umum menanyakan mengapa tulisan nama S pada ijazah menggunakan Komputer bukan tulisan tangan (indah) dan pada keterangan yang lain mengunakan jenis huruf yang berbeda seperti Arial atau news roman dan sebagainya.Kemudian pada ijazah tersebut stempel Dinas hanya sepenggal tidak kena pada pas poto.SK lagi mengatakan "saya hanya menerima ijazah dari Lamuti".

Hakim Ketua menanyakan BAP Polisi  point 17 s/d 23 yang berbunyi SK mengakui tidak pernah mengikuti ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Paket B.Terdakwa menjawab itu tidak benar.Sehingga Hakim mengatakan "jika tidak benar akan saya panggil Polisi yang membuat BAP ini".

Acara sidang ijazah palsu tersebut dipimpin Hakim Ketua Sayed Tarmizi SH MH ,Hakim Anggota Alfan Perdana,SH dan Ali Ardian,SH.
Jaksa Penuntut Umum Perdis (D)
Bagikan:
KOMENTAR