Ingin Perbaiki Dunia? Yuk Mulai Dengan Memperbaiki Dunia Pendidikan!


author photo

13 Apr 2018 - 23.57 WIB


Ilmu merupakan salah satu nikmat yang harus disyukuri, dengan ilmu kita mampu melakukan berbagai macam hal yang bermanfaat, dengan ilmu kita juga bisa menjadi orang yang sukses, menjadi orang yang berpengaruh baik terhadap lingkungan, membanggakan, dan begitu banyak dampak positif yang diperoleh dari orang-orang yang berilmu, karena pada hakikatnya orang yang berilmu akan diangkat derajatnya. 

Berbicara mengenai ilmu, maka sangat erat hubungannya dengan sosok yang penuh jasa, saya yakin semua orang tau siapa sosok itu, ya dia adalah guru. Pada dasarnya, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru mereka disebut dengan seorang guru. Guru adalah perantara Tuhan yang menjadikan seseorang meraih pencapaiannya. 

Namun, sejauh ini sangat marak terdengar kasus meremehkan guru, bahkan sampai terjadinya pelecehan, penghinaan, dan kekerasan yang dialami oleh sosok berjasa ini, tidak hanya itu kasus berbagai kekerasan yang terjadi pada siswa juga tidak sedikit,  dan apa yang sekarang terjadi adalah fakta.
Mengapa hubungan yang seharusnya terjalin baik antara guru dan siswa mengalami kesengjangan? Mungkin saja hal ini terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah jalinan komunikasi yang kurang baik diantara kedua pihak, sebab tak jarang para siswa, terutama mereka yang mulai beranjak usia remaja, pada kondisi ini kepribadian mereka sangat labil, yang lebih menonjolkan emosi dalam berfikir dan betindak, pola asuh orang tua juga menjadi peran yang sangat penting. 

Sedangkan seorang guru, memegang prinsipnya sedemikian rupa dengan beranggapan bahwa, ia lebih berpengalaman dan bependidikan sehingga harus mematuhi perintahnya. Mengenai hal ini, salah satu solusi agar terjalinnya hubungan yang baik antara guru dan siswa bisa dilakukan dengan proses pendekatan, dimana sebagai siswa harus menghormati dan mematuhi guru dan guru pun haus mengerti keadaan siswa. 

Menciptakan suasana menyenangkan ketika proses belajar mengajar baiknya menjadi sebuah prioritas, dipikul sebagai tanggung jawab yang wajib dijalankan bersama pula.

Terkait proses belajar dan mengajar terdapat pendekatang Psikologi, yaitu Psikologi kognitif, cabang psikologi yang mempelajari proses mental termasuk bagaimana orang berpikir, merasakan, mengingat, dan belajar. 

Pendekatan psikologi kognitif menekankan arti penting proses internal mental manusia. Tingkah laku manusia yang tampak, tidak dapat diukur dan diterangkan tanpa melibatkan proses mental. Menurut teori ini proses belajar akan berjalan dengan baik bila materi pelajaran yang baru beradaptasi (bersinambung) secara tepat dan serasi dengan struktur kognitif yang telah dimiliki siswa. 

Jadi, ilmu pengetahuan dibangun dalam diri seorang individu melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungan.

Terdapat teori Psikologi humanistik berusahamenjelaskan mengenai cara yang baik dalam mendidik siswa yang dengan memahami tingkah laku individu dari sudut pandang pelaku, bukan dari sekedar pengamatan. Menurut aliran ini, tingkah laku individu ditentukan oleh individu itu sendiri. 

Tujuan utama pendidik yaitu membantu siswa untuk mengembangkan dirinya dengan membantu masing-masing individu untuk mencari jati dirinya sendiri dan membantu mewujudkan potensi-potensi yang ada pada dirinya. Para ahli humanistik melihat ada dua bagian proses belajar:

1. Proses pemerolehan informasi baru,
2. Personalisasi informasi pada individu.

Dalam proses belajar mengajar, pada prinsipnya sangat bergantung pada guru dan peserta didik. Oleh karena itu, seorang guru dituntut memiliki kesabaran, keuletan dan dikap terbuka, disamping berkemampuan dalam menciptakan situasi belajar mengajar yang aktif dan efektif. 

Demikian pula dari peserta didik dituntut adanya rasa hormat, semangat, dan dorongan untuk belajar kecenderungan untuk bertingkah laku lebih spesifik, maka dengan serta merta akan timbul suatu sikap yang baik.

Sudah sangat jelas sekali, bahwa kondisi dunia pendidikan pada saat ini sedang tidak baik-baik saja, bagaimana tidak? Seorang guru yang sudah selayaknya dihormati dan dihargai malah menjadi korban atas kejadian-kejadian yang sangat memilukan itu, dan kondisi siswa yang cukup banyak diabaikan oleh guru, yang terkadang guru mengajar hanya untuk mendapatkan gaji saja. 

Bagaimana generasi ini berkembang menjadi generasi-generasi tangguh dan hebat jika seorang guru yang sangat berjasa di abaikan dan diacuhkan keberadaannya? Dan siswa yang harusnya diberikan perhatian yang cukup malah diabaikan dan bukan menjadi prioritas seorang guru? 

Ir Soekarno mengakatan "Pendidikan bukan hal sepele didalam proses pengembangan moralitas bangasa terutama pada jiwa-jiwa generasi muda Indonesia. Kerena pendidikan merupakan jantung dari bangsa itu sendiri." Oleh karena itu, Mari kita bergerak bersama membenahi ini semua, dengan sebuah langkah sederhana yang begitu berarti bagi kita dan dunia pendidikan saat ini Karena kumpulnya orang-orang berilmu menjadikan ilmu masing-masing dari mereka bertambah, sebagaimana bila berkumpul orang-orang bodoh, bertambah kebodohan masing-masing mereka.

Oleh : Dinda Anisa
Dari : Prodi Psikologi, Universitas Syiah Kuala
Bagikan:
KOMENTAR