Camat Meurah Dua Resmikan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Gempa


author photo

17 Apr 2018 - 15.29 WIB


PIJAY --- Pekerjaan pembangunan rumah bantuan untuk korban gempa Pidie Jaya, kecamatan Meurah Dua, lakukan Peletakan Batu Pertama, di Gampong Beurenyen, kecamatan Meurah Dua, Selasa, (17/4/2018).

Hadir pada acara tersebut, Camat Meurah Dua, Danramil, kapolsek, para konsultan manajemen, ketua forum geuchik, perwakilan bank BRI, Sekretariat BPBD, ketua POKMAS, tokoh adat dan para undangan lainnya.

Acara yang diawali oleh pembacaan ayat suci Al quran, sambutan dari tokoh masyarakat, camat dan sekretariat BPBD Pijay dengan MC ketua konsultan Meurah Dua, Murdi, berjalan lancar dan aman.

Camat Meurah Dua T.Safrizal, S.T.P. M.S.M, dalam sambutan singkatnya menegaskan bahwa pekerjaan pembangunan rumah bantuan gempa telah diberi wewenang penuh kepada ketua kelompok masyarakat (POKMAS) masing-masing daerah (gampong) sebab semua anggaran pekerjaan rumah tersebut ditransfer ke rekening pokmas. Pokmas yang membeli dan mengelola pekerjaan hingga tuntas dan akan mempertanggung jawabkan kepada pihak BPBD melalui konsultan manajemen.

Terkait material dan pelaksanaan pekerjaan semuanya harus berkwalitas standar. Sebab suatu saat akan diperiksa kembali oleh tim yang dikirim oleh pusat (Jakarta).

"Perlu saya tegaskan kepada para pokmas, agar dalam melaksanakan pekerjaan ini, jangan ada yang main-main. Baik material, maupun pekerjaan jangan sampai dikerjakan asal-asalan. Jika ada yang membandel, terbukti keliru dari RAP dan ketentuan, maka pokmas akan berhadapan dengan hukum." tegas Camat.

"Selama ini" sambung camat "Meurah Dua memang tidak ada persoalan apa-apa dalam hal pendataan rumah gempa. Semuanya berjalan baik-baik saja. Jangan sampai pada saat pekerjaan pembangunan, terjadi masalah. Untuk itu, saya ingatkan kepada semua para ketua pokmas harap berhati-hati." pesan camat.

Kepala BPBD Pidie Jaya, M.Nasir, Spd melallui sekretariasnya menjelaskan, bahwa pokmas memang bertanggung jawab dalam hal pelaksanaan rumah gempa. Juga kepada masyarakat yang merasa dirugikan akibat material yang kurang berkwalitas, dan pekerjaan yang terkesan asal-asalan, dapat melaporkan kepada BPBD. Bahkan bisa menolak untuk tidak menerima rumah yang keliru dari RAP. Hal itu diucapkan kepada awak media saat diwawancarai wartawan Aceh Net.

"Masyarakat bisa menolak rumah yang dikerjakan oleh pokmas keliru dari RAP dan terkesan dikerjakan asal-asalan. Bahkan pengurus pokmas, bisa digugat ke jalur hukum." ucap sekretaris BPBD.

Acara tepung tawar peletakan batu pertama dilakukan oleh imam gampong Beureunyen disaksikan oleh seluruh hadirin.(Ismail Adam)
Bagikan:
KOMENTAR