Bangsa Yang Membingungkan


author photo

17 Apr 2018 - 07.45 WIB


oleh: Muhammad Reza Saputra

Setiap orang punya hak berjuang dan berbakti kepada bangsanya, hal itu tidak dapat dipungkiri pada negara demokrasi ini yang memiliki garis pantai yang luas, memiliki belasan ribu pulau dan ratusan suku bangsa, bangsa ini sudah merdeka 73 tahun yang lalu.

Mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara sudah seharusnya kita amalkan bersama demi terciptanya bangsa yang maju dan berdaulat serta memiliki pengaruh yang kuat bagi bangsa-bangsa lainnya yang ada.

Semua perjuangan segenap warga negaranya akan menjadi sia-sia itu juga tidak dapat dipungkiri akibat kebijakan yang lambat di ambil, karena ragu-ragu dan penuh kekhawatiran, dan yang paling berbahaya ada komitmen sang pemimpin, bayangkan jika komitmen yang sudah disampaikan dapat berubah-ubah layaknya seorang anak-anak yang belum dewasa.

Komitmen dalam menjalankan sesuatu hal sangat diperlukan, kita pernah melihat bung karno mengatakan "merdeka atau mati" dimana jika kita tidak merdeka, maka kita akan mati, dari hal tersebut dapat kita lihat bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi nya masing-masing, akan tetapi kita harus menjalankannya, andai keputusan tersebut tidak diambil mungkin kita belum merdeka sampai saat ini.

Pada masa ini komitmen sang pemimpin terkadang berputar-putar seperti arah angin yang ada sehingga mengakibatkan pengikutnya kebingungan, walau kebingungan pengikutnya tidak pernah ragu dan lelah walau hati ingin menyerah, karena kita punya tekad dan tunjuan mulia, untuk memajukan bangsa dan mengabdi pada negera ini.

Kita tidak pernah berfikir apa yang akan kita dapatkan, karena kita sudah berpikir tentang apa yang sudah ku kerjakan.

Bukan tentang apa yang sudah negara berikan kepadaku Tapi tentang apa yang telah ku berikan kepada bangsaku

Salam Perjuangan, dalam arti yang luas

Penulis adalah Muhammad Reza Saputra, Wakil Presiden Mahasiswa Unsyiah 2017-2018 dan Koordinator Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA)
Bagikan:
KOMENTAR