Alumni SPMA Bireuen: Kami Rindu Akan Kejayaan Aceh Pada Era Kepemimpinan Sekarang


author photo

2 Apr 2018 - 22.13 WIB


BIREUEN --- Serambi mekah adalah gelar yang di juluki kepada Aceh yang mana gelar tersebut memiliki makna tersendiri bahkan diperhitungkan di dunia dengan kemegahan jayanya bangsa Aceh, tapi sekarang kemanakah tahta yang sangat megah ini. 

"Kami rindu akan kejayaan aceh. dalam sejarah tercatat, pada pada Sultan Iskandar Muda, Aceh tercatat sebagai kerajaan yang diagung-agungkan di benua Asia dengan pemimpin yang adil, intelektual akan ilmu pengetahuan yang luar serta adil terhadap rakyatnya, kemanakah kejayaan Aceh pada saat ini?" demikian disampaikan Akhyar Rizki Alumni Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) asal Bireuen.

Dalam sejarah tercatat masa kejayaan aceh setelah kerajaan peureulak yaitu masa sultan al malikussaleh, aceh juga dalam puncak kejayaan yang hidup para warga tentram, aman, damai dan sejahtera. Tapi kemanakah semua ini para leader yang memimpin aceh pada era baru? Kami rindu akan dinginnya tangan kalian memimpin kami menuju jalan yg lurus. 

Sekarang banyak isu-isu di Aceh yang dijadikan sebagai tolak ukur untuk kepribadiaannya masing-masing, kesejahteraan rakyat hancur lebur oleh pemimpin yang jahil, narkoba merajarela, pornografi seakan-akan sudah bebas, kemanakah kalian para leader aceh! Pedulikah kalian kepada kami? Kami butuh yang pasti bukan cuma janji. 

"pada saat ini, qanun diubah demi menyelamatkan keluarga sendiri, pada saat ini, hak orang aceh di rampas dengan janji-janji busuk dari pemimpin yang jahil, hak kami orang aceh di mekkah (tanah waqaf baitul asyi)  di rampas, prostitusi online Aceh jadi perbincangan orang luar,  anggaran yang disediakan oleh pusat tidak transparansi, kemiskinan jadi ujung tombak, banyak masyarakat yang berkualitas jadi pengangguran dengan tidak adanya lapangan kerja yang memadai, kemanakah hak kami para leader? Kami rindu akan kejayaan", keluhan Akhyar rizki seorang mahasiswa biasa Universitas Malikussaleh. 

Alumni SPMA Bireuen ini juga memaparkan, "adat bak poe teumereuhom, hukom bak syiah kuala"semboan ini kami agung-agungkan, jngan hilangkan ini dari kami masyarakat aceh, pimpinlah kami sebagaimna para pemimpin yang membuat Aceh jaya memimpin agar Serambi mekkah tidak dijadikan sebagai tumpangan kata-kata yang bangga-banggakan, akan tetapi dengan jadikan serambi mekkah ini ternama dan di perhitungkan kembali dengan kemegahan kejayaan yang ada dalam nanggroe aceh darussalam ini".

Kami rindu akan kejayaan Aceh dari pemimpin kami, leadership kalian mempengaruhi kehidupan kami masyarakat aceh yang butuh akan kesejahteraan dari sejarah yang sangat indah yang terdengar di serambi mekkah tercinta,  duek sapue pakat, jadikan aceh sepenuhnya menjadi nanggroe yang merdeka seutuhnya, kami rindu akan semua itu", ujar akhyar Rizki salah satu pengurus FORMAB (Forum Mahasiswa Bireuen).(R)
Bagikan:
KOMENTAR