PKS PT BSL Berhentikan Seorang Karyawan Tanpa Diberi Gaji dan Pesangon


author photo

10 Mar 2018 - 18.21 WIB


Radaraceh --- Seorang karyawan PKS PT.Bangun Sempurna Lestari (BSL) Khairul (23) warga Desa  Rundeng Kec.Rundeng mengatakan ia di paksa berhenti oleh pihak perusahaan tanpa ada alasan yang jela, Sabtu (10/03).


Khairul menjelaskan pada awak media ini bahwa pada tanggal 12 Nopember 2017  mandornya di bagian proses yakni Edi Yos menghubunginya via sms yang berbunyi" kamu jangan masuk kerja lagi perintah dari bos".


Saya diberhentikan tanpa ada surat peringatan apapun dan tanpa surat pemberhentian sampai hari ini.
"Saya pernah ditawarkan sejumlah uang 6 juta rupiah agar saya mau menanda tangani sepucuk surat yang mereka berikan tapi saya tidak mau menerima dan meneken surat tersebut,karna saya tahu hak dan kewajiban saya,"ujar Khairul.


Surat keterangan yang menyatakan saya sakit yang dikeluarkan Puskesmas Rundeng tidak berlaku di perusahaan alasan mereka karena bukan RS yang ditunjuk perusahaan.


Anton bagian personalia mengatakan kepada saya alasan saya diberhentikan karena jarang masuk itu saja ujar Khairul lagi.


Ketika saya akan bekerja selalu diusir oleh pihak keamanan dari pihak Kepolisian yang diperintahkan pihak perusahaan.


Menurut Khairul ia diberhentikan sepihak oleh perusahaan dengan tidak mengikuti aturan perundang-undangan tentang tenaga kerja yang diberhentikan sepihak.Perihal ini sudah saya laporkan ke Dinas Tenaga Kerja Kota Subulussalam yang diterima bagian sengketa tenaga kerja berinisial T,namun alasan mereka sampai saat ini dipelajari terlebih dahulu dan menunggu ACC Kadis.


Saya akan terus menuntut hak saya sebagai karyawan PT. Bangun Sempurna Lestari yang telah bekerja selama lebih kurang lima tahun yang dipaksakan berhenti oleh pihak perusahaan tanpa ada Surat Peringatan dan Surat Pemberhentian. Dan juga tanpa gaji, pesangon,uang penghargaan masa kerja serta uang pengganti hak yang seharusnya saya terima jika mereka berhentikan saya,"ujar Khairul.


Sementara itu pihak managemen PT.BSL Anton staff administrasi yang dikomfirmasi via HP mengatakan bahwa Khairul diberhentikan karena mangkir bekerja selama lima hari berturut-turut tanpa keterangan secara tertulis maka otomatis kami anggap mengundurkan diri sesuai dengan peraturan perusahaan,"ujar Anton.


Sampai saat ini permasalahan kedua belah pihak belum selesai juga.Khairul belum menerima hak-haknya.Dan kami sudah meminta pihak Disnaker memediasi permasalahan ini," ujar Anton.(D)
Bagikan:
KOMENTAR