Gubernur NTB KH.M Zainul Majdi (TGB) Tausiah pada Haul Sirul Mubtadin ke-3 di Lapangan Blang Asan


author photo

4 Mar 2018 - 13.42 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Peringatan Haul Sirul Mubtadin Bireuen yang ke-3 di gelar di lapangan bola kaki Gampong Blang Asan Matangglumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Minggu (4/3/2018)

Pelaksanaan Haul ke-3 Jamaah Dzikir Sirul Mubtadin turut di hadiri sosok Ulama Muda yang juga Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) KH. Muhammad Zainul Majdi, MA.

Pejabat Publik yang lebih dikenal dengan julukan Tuanku Guru Bajang (TGB) dalam tausiahnya, mengatakan, "Kehidupan itu Ibarat kita naik perahu, periksalah kayu-kayunya, paku-pakunya dan pastikan dalam keadaan baik agar kita bisa lalui perahu kehidupan dengan baik" sebut TGB

Lanjutnya, "Ibarat kita naik gunung, buang semua beban di pundak, seperti suka menggosip orang lain dan itu sama saja seperti menarik batu di punggung kita" tutur putra Ulama terkenal di NTB itu

TGB sangat mengapresiasi pelaksanaan Haul Sirul Mubtadin Bireuen yang ke-3 yang dihadiri puluhan ribu jamaah dari berbagai pelosok desa di Kabupaten Bireuen yang bisa tergabung dalam zikir bersama, dengan majelis zikir yang bisa menciptakan energi positif tentunya dengan beramal saleh dan mengucapkan Zikrullah setiap saat.

Disamping itu, sambungnya, bertanya para jamaah, air apa yang yang besar khasiatnya di dunia, tentu air Zam zam, kenapa, karena berada ditempat yang sering menyebut Zikrullah oleh jutaan manusia dari berbagai belahan dunia yaitu di kota suci Makkah Al Mukarramah.

"Maka dari itu, mari kita perbanyak berdzikir kepada Allah, perbanyak ucapkan kata kata yang baik. Kalau kita mendengar banyak fitnah fitnah di media sosial, cara melawannya dengan memperbanyak berita berita yang baik, itulah energi positif yang kita berikan untuk diri kita, keluarga, agama,   bangsa dan negara"

Sebagaimana diperoleh informasi dari berbagai sumber, kedatangan TGB ke Aceh difasilitasi Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh dan dijadwalkann TGB berada di bumi Iskandar Muda sampai hari ini Minggu (4/3/2018), dimana pukul 11.15 WIB tadi ia meninggalkan Lapangan Blang Asan Matangglumpang dua untuk kembali ke Jakarta selanjutnya ke NTB.

Gubernur yang juga Hafidz Alqur'an itu selama di Bireuen ditemani Pimpinan Dayah Babussalam Al-Aziziyah, Jeunieb, Tgk H Muhammad Yusuf A. Wahab (Tu Sop) disambut ratusan santri dan masyarakat saat tiba di dayah tersebut kemarin (Sabtu, 3/3/2018)

TGB juga melakukan pertemuan dengan Abu Mudi, di Dayah Mudi Mesra, Samalanga dan melanjutkan kegiatan yang sama di Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb semalam untuk mengisi dialog interaktif dengan masyarakat Bireuen di Dayah Tu Sop Jeunieb, dimana sebelumnya ia memberikan kuliah umum di Auditorium Ali Hasjmy, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Selain itu, Ketua Umum Pusat Sirul Mubtadin Aceh, Tgk Razali, menjelaskan, Kami tidak terikat dengan partai politik manapun, jika ingin berpolitik maka berpolitiklah atas nama pribadi jangan bawa nama Sirul Mubtadin" tegasnya 

Tambahnya, Sirul Mubtadin juga tidak terikat dengan instansi pemerintah manapun, tetapi kita punya Izin pemerintah dan mempunyai AD/ ART dan Akta Pendirian Majelis yang sah yang bertujuan ingin menjadikan Sirul Mubtadin sebagai benteng masyarakat agar tak berpengaruh pada aliran sesat karena bertentangan dengan Ahlul Sunnah Wal jamaah yang kita anut" jelas Razali

Ia melanjutkan, "Syarat menjadi anggota Sirul Mubtadin dengan mengikuti pengajian minimal seminggu sekali di tempatnya, membuat KTA, membaca 1 kali Alfatihah dan meniatkan kepada sesama kita dan niatkan semoga menjadi rahmat bagi yg telah mendahului kita

Pada tahun ke-9 terbentuknya Jamaah Zikir hingga saat ini tahun 2018 Sirul Mubtadin sudah mengeluarkan 150 ribu Kartu Tanda Anggota (KTA) Jama'ah, untuk itu mari kita perkuat barisan untuk berzikir kepada Allah dan mengharap Ridha Nya.

Sementara itu, Abu Maulana dari Sumatera Utara juga memberi tausiah penutup pada Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan Haul Sirul Mubtadin yang ke- 3 itu di hadapan ribuan jamaah yang memadati lokasi acara dan di tutup dengan Zikir bersama sampai jelang waktunya Shalat Zhuhur. (***)
Bagikan:
KOMENTAR