Akses Jalan Poskesdes Meulek Samalanga Bermasalah, Perangkat Gampong Terkesan Sia-siakan Aset Desa


author photo

8 Mar 2018 - 17.28 WIB


RADAR ACEH | Bireuen- Kebijakan serta niat baik pemerintah mencetuskan program membangun tempat layanan kesehatan dasar bagi warga Desa adalah penting dan sepatutnya diapresiasi oleh pihak dan kalangan manapun. Hal itu berbanding terbalik dengan apa yang ada dibenak para perangkat Desa (gampong) Meulek Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen.

Dikutip dari Bongkarnews.com, (Kamis, 8/3/2018), bangunan permanen yang  sudah siap dibangun dan diperuntukkan sebagai Poskesdes dari APBK Bireuen TA 2017 hingga berganti tahun masih bermasalah dan belum bisa difungsikan. Akibatnya tenaga medis yang ditempatkan disana juga tak sudi mendiami bangunan yang menguras kas daerah mencapai 300 juta itu.

Tiidak berfungsinya Poskesdes Meuliek disebabkan inisiatif para perangkat desa terutama Kades yang terkesan enggan mendukung kemajuan desanya bidang kesehatan. Hal itu berawal dari problem sepele terkait mentoknya musyawarah ganti rugi jalan masuk sejarak cuma 20 meter x 5 meter  yang harus diselesaikan dan disepakati dengan pemilik tanah Nurdin Umar supaya ada akses jalan bagi warga menjangkau Poskesdes. 

Lalu, tahap pendekatan yang dilakukan pihak perangkat desa mulai dari awal kesiapan bangunan tahun silam bukannya membuka jalan keluar, namun justru melahirkan masalah baru hingga lokasi jalan pinggiran jalan umum tipe kecamatan itu batal dinegosiasikan untuk kepentingan umum.

Salah seorang tokoh yang di tuakan di desa setempat turut menjelaskan, akibat dari sikap egois para pengambil kebijakan desa, beralih melakukan lobi dengan pemilik kebun bagian belakang Poskesdes untuk dijadikan jalan menjangkau bangunan Poskesdes tersebut.

Katanya "Padahal jalan lewat belakang kepunyaan Darmansyah Deham yang akan diuangkan menggunakan anggaran desa untuk dijadikan jalan masuk, jaraknya sekitar empat kali lipat dibandingkan milik Nurdin Umar yang berada didepan bangunan dekat jalan umum," ungkap tokoh tersebut

Tambahnya lagi, jika diperbandingkan dengan hitungan rupiah yang bakal dikeluarkan pun lumanyan mahal dengan ruas lahan bagian depan sesuai dengan yang ada digambar consultan proyek Dinkes Bireuen.

Sementara itu, ruas lahan milik Darmansyah yang ingin diganti rugikan pihak perangkat desa malah sudah mencapai 50 persen dibangun beton pengaman timbunan, itu pun kini sudah mengalami dead lock dan dihentikan penyelesaiannya karena sesuatu hal yang di duga belum ada kata sepakat antara perangkat dengan pemilik tanah.

Dari kenyataan yang ada, dipastikan bangunan Poskesdes yang dibangun permanen tahun lalu di desa Meuliek Samalanga Kabupaten Bireuen tersebut terancam terbengkalai dan tidak bisa difungsikan.

Padahal bangunan yang berjarak tak lebih 20 meter dari jalan utama desa Meulek Kecamatan Samalanga itu akan menimbulkan kesan negatif dan muncul tanda tanya, segampang itukah Dinas terkait melaksanakan program yang bisa dinilai premature hingga mengakibatkan pemborosan anggaran daerah disaat daerah memiliki nilai kekayaan serta PAD pas-pasan setiap tahun anggarannya.

Menanggapi tak berfungsinya bangunan permanen Poskesdes di Desa Meuliek, Kepala Dinas Kesehatan Bireuen dr Amir Addani, M Kes melalui Kasie Sarana Prasarana Dana Otsus, Safrizal SKM yang dihubungi via ponsel pribadinya Minggu 4 Maret 2018 menyatakan rasa kecewanya dengan sistem kebijakan yang dianut para perangkat desa tersebut dalam meluapkan rasa terimakasih kepada pemerintah daerah.

Dikatakan Safrizal, bahwa pernyataan awal pihak kepala desa sewaktu pihak dinas melakukan assessment keberadaan lahan bangun, pihak Kepala Desa dan perangkat sangat bertanggungjawab waktu itu. 

"Adapun terkait jalan tembus menuju Poskesdes yang masih milik salah seorang warganya akan dituntaskan pihaknya  seiring pembangunan dilaksanakan. Lagi pula jika lahan bangun memang tidak siaga di Meuliek, kami pasti tidak membangun disitu daripada dianggap tidak bernilai sama sekali," sebut Kasie Sarana Prasarana Dinkes Bireuen dengan nada kesal.


Selain itu, Camat Samalanga Jamaluddin BSc yang turut ditanyai wartawan media menyangkut polemik Poskesdes Meuliek yang belum bisa difungsikan mengungkapkan kekesalannya dengan sikap dan cara para tokoh desa setempat dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang berhubungan dengan kemajuan desanya sendiri.

Jamaluddin juga mengaku bahwa persoalan fungsi Poskesdes Meuliek tersebut sempat dipertanyakan oleh Wakil Bupati Bireuen H Muzakkar A Gani sewaktu beliau berkunjung ketempat undangan syukuran pada Januari silam. Kala itu ungkap Camat, kebetulan sekali ada Pak Adi (Kepala Puskesmas Samalanga-red) juga didekat Wabup. Keadaan itu membuat Camat Samalanga langsung  melimpahkan pertanyaan Wabup kepada Kepala Puskesmas selaku ranahnya, dan Pak Adi waktu itu mengaku polemik jalan akses ke Poskesdes Meuliek itu sudah ada jalan keluarnya. 

Diakui Jamaluddin, dianya baru mengetahui persoalan sebenarnya jika ternyata alternatif yang dimaksudkan bukanlah sudah mencapai kata sepakat untuk penggunaan tanah dibagian depan yang dimiliki Nurdin Umar, tetapi telah dilakukan lobi dengan Darmansyah selaku pemilik lahan pengganti dibagian belakang bangunan.  

"Namun sekarang menerima informasi lain lagi, tanah alternatif kedua milik Darmansyah itu juga sudah timbul masalah dan cendrung batal bangun, meskipun pihak perangkat desa sudah memulai melakukan pembangunan jalan yang tentunya terkesan tambah nekad tingkah mereka dalam menghambur-hamburkan uang negara,"  urai Camat Samalanga Jamaluddin BSc dengan kesan telah dipermalukan oleh perangkat Desa tempat Poskesdes tersebut dibangun. (Rls/BN)
Bagikan:
KOMENTAR