Pemko Berhutang 70 M, YARA Buka Posko Penggalangan Koin Bantuan


author photo

9 Feb 2018 - 15.45 WIB


RadarAceh --- Pemko Subulussalam berhutang 70 milyar Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA)Kota Subulussalam buka posko penggalangan koin bantu pembayaran hutang pemko dengan tema "satu koin rakyat selamatkan Subulusalam" di depan kantor YARA Subulussalam Jl.Malikul Saleh, Jumat (09/02).

Ketua YARA Kota Subulussalam Edi S.Bako mengatakan posko tersebut kita buka selama seminggu, ini merupakan niat baik kita untuk membantu pemko dalam menyelesaikan hutang sebanyak 70 milyar sebagaimana yang disampaikan oleh kepala badan pengelolaan keuangan daerah Kota Subulussalam dalam salah satu media harian, "tentu kita membuka peluang kepada seluruh rakyat kota subulussalam untuk berpartisipasi dan berkonstribusi nyata dengan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu devisit daerah ini, walaupun hanya berupa koin namun tentu ini sangat membantu sekali terhadap keuangan daerah kita, maka kita beritema kegiatan ini "Satu Koin Rakyat Selamatkan Subulussalam". ujar Edi.

Dalam hal ini juga kami Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Perwakilan Kota Subulussalam mengingatkan Walikota Subulussalam dan Wakil Rakyat Subulussalam agar kedepan lebih bijak menggunakan uang rakyat, dengan lebih mengutamakan program sesuai dengan kebutuhan rakyat, karena kami menilai masih banyak pembangunan yang sifatnya pemborosan dan tidak penting seperti pembangunan tugu seni ukir, patung dirunding dan banyak lagi yang lainya menghabiskan anggaran milyaran rupiah, sementara masih ada kampong yang terisolir akibat akses jalan yang sangat buruk seperti kampong longkib masyarakatnya menggunakan perahu robin, karena jika curah hujan tinggi mengakibatkan jalan banjir dan berlumpur, sangat miris jika itu kita abaikan. 

Kemudian kami juga berharap kedepan agar pemko fokus terhadap program pembangunan yang menghasilkan PAD, karena kita berharap Negeri Sada Kata sudah saatnya mandiri, kalau daerah hanya bergantung kepada pusat tentu dikhawatirkan kita akan jalan ditempat,"ujar Edi tegas (D)
Bagikan:
KOMENTAR