Kesepakatan Tidak Dijalankan, Tim Remaja Sport FC Tanoeh Anoe Protes Panitia


author photo

Kamis, 08 Februari 2018 - 19.40 WIB


Radaraceh.com | Aceh Timur - Keseblasan tim sepak bola Remaja Sport Gampong Tanoeh Anoe, Kecamatan Idi Rayeuk mempertanyakan peraturan yang diberlakukan dalam Open Turnamen HUT Pemuda Cup II yang digelar di Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Kamis (08/02).

Pasalnya, pasca insiden kerusuhan pemukukan wasit yang diduga dilakukan oleh Tim keseblasan Persikaja Gampong Jalan, panitia penyelenggara open turnaman yang juga digelar di Gampong Jalan tidak memberlakukan peraturan yang sudah disepakati oleh semua tim tanpa terkecuali termasuk tuan rumah.

Hal itu diungkapkan oleh Rusli alias Bole, Manager Club sepak bol Remaja Sport yang juga merangkap sebagai Kapten keseblasan Club Remaja Sport Gampong Tanoeh Anoe dalam laga tersebut.

Menurut Bole, mereka mempertanyakan peraturan panitia penyelenggara pada poin ke Empat yang bunyi " Apabila pemain, Offical, atau Suporter dari suatu keseblasan atau Club membuat keributan selama pertandingan berlangsung, maka panitia dan wasit berhak menghentikan pertandingan dan club keseblasan yang membuat keributan tidak berhak melanjutkan pertandingan dan dinyatakan gugur" namun Kata Bole, peraturan tersebut seakan tidak berlaku kepada tuan rumah. 

"Dalam peraturan tersebut sudah dijelaskan bahwa kepada semua club yang melakukan kerusuhan akan dinyatakan gugur, tatapi anehnya ketika tuan rumah melakukan pelanggaran peraturan itu, kenapa aturan itu tidak berlaku" Ungkap Rusli alias Bole dengan nada kesal.

Disisi lain, kata Yahya, Ketua Pemuda Gampong Tanoeh Anoe, mereka tetap berjiwa besar dan menerima kekalahan pada laga tersebut, akan tetapi mereka meminta ketegasan panitia terhadap peraturan yang sudah dibuat secara tertulis bahkan sudah diberitahukan kepada semua club saat meting sebelum Open Turnamen digelar.

"Disini yang kami tuntut adalah peraturan yang sudah diberlakukan secara tertulis dan sudah diketahui oleh semua club termasuk tuan rumah, tetapi enehnya kenapa ketika tuan rumah yang tersandung dengan peratuan tersebut kenapa itu tidak berlaku" Sambungnya.

Bahkan, sambungnya, oknum tim Manager Club Persikaja yang berinisial BA diduga juga terlibat dalam kepanitiaan," ini ada yang aneh, jika pun kami dinyatakan gugur dalam laga itu, kami duga ada permainan, karena ada oknum tim Manager keseblasan juga terlibat dalam kepanitiaan" Katanya Lagi. 

Sementara Pandi, Ketua Panitia Open HUT Pemuda Cup II Menyebutkan, setelah pihaknya duduk musyawarah dengan komisi wasit dari PSSI Aceh Timur mereka memetik kesimpulan bahwa Club Persikaja dinyatakan menang dalam pertandingan antara Persikaja dengan Remaja Sport, sedangkan Club Remaja Sport dinyatakan gugur karena telah keluar dari lapangan, padahal masa waktu pertandingan setelah keributan tersebut masih ada waktu 8 menit lagi.

"Kronologinya setelah terjadi keributan masa waktu pertandingan masih ada 8 menit lagi, namun club Remaja Sport memilih keluar dari lapangan dan melepaskan baju club, padahal masa waktu masih ada sehingga kami memutuskan Remaja Sport dinyatakan gugur" Ungkap Pandi.

Selain itu, Kata Pandi, berdasarkan rapat yang digelar disebuah Cafee tadi malam, mengingat dan menimbang bahwa Club Persikaja adalah tuan rumah yang sudah bersusah payah dalam mematangkan agar Open turnamen pemuda  Cup II bisa diselenggarakan, Club Persikaja dinyatakan menang," Kata Pandi melalui selularnya. (Romy)
Bagikan:
KOMENTAR