Humas PKS PT PCR Duri : Masyarakat Lingkungan Yang Terkena Limbah Akan Mendapat Ganti Rugi


author photo

24 Feb 2018 - 09.35 WIB


Duri, Riau - Perseolan yang dirasakan oleh Masyakarat di Lingkungan Pabrik Kelapa Sawit PT PCR - Duri Sebanga Kelurahan Talang Mandi yang terkena Limbah akan mendapatkan ganti kerugiannya yang di alaminya akibat Pencemaran Limbah yang selama ini di alami oleh pihak warga tempatan.


Keresahan warga sekitar 30-40 Kepala Keluarga (KK) yang mengalami musibah banjir dan dampak pencemaran lingkungan dari limbah PKS PT Permata Citra Rangau (PCR) di Sebanga Duri ini memang sudah pernah mengajukan klaemnya ke pihak Perusahaan sebelum saya menjabat sebagai Humas di Perusahaan ini,"terangnya Alberto Naenggolan yang lebih akrap disapa sebagai pak Bagong ini di ruangannya, Jum,at 23/02/18 yang lalu.


Perkara ada lagi baru-baru ini mengenai beberapa kolam warga di lingkungan perusahaan yang merasakan kerugiannya akibat dugaan pencemaran limbah dari pabrik PT PCR ini, saya juga baru mendengar dari rekan-rekan media, namun secara langsung pihak kami belum mendapatkan complaent dari pihak yang merasa di rugikan akibat tercemarnya limbah pabrik ini, sampai hari ini pihaknya belum menerima laporan dari pihak warga atau perwakilannya yang datang ke perusahaan ini untuk menuntut ganti kerugiannya.


Namun pihak perusahaan sangat terbuka dan menyambut baik apa bila ada pihak-pihak yang ingin bersilaturrahmi apalagi warga masyarakat di lingkungan perusahaan ini, bahkan beberapa bulan kebelakangan ini ada para pihak yang merasa di rugikan tanaman dan tumbuhannya akibat dugaan pencemaran lingkungan dari limbah pabrik PT PCR ini pihaknya sudah mengajukan ke pimpinan management perusahaan melalui Ka. TU perusahaan dan sedang menunggu realisasinya saja kepada warga,"tambahnya lagi.


Kami juga sangat meresa kecewa dan keberatan kepada beberapa rekan-rekan media yang sudah mempublikasikan pemberitaanya tentang pabrik PT PCR ini tanpa adanya konfirmasi ke pihak perusahaan ataupun kepada humas melalui saya, karena mereka hanya mendengarkan sebelah pihak saja dari warga, sedangkan dari pihak management perusahaan rekan-rekan media tidak melakukan konfirmasi untuk mendengarkan juga keterangan dari pihak perusahaan,"dengan nada merasa kesal cetusnya lagi. (**)
Bagikan:
KOMENTAR