Duta PPWI Bireuen Bersama Tokoh Muda Kunjungi Lokasi Pembangunan Kampus AKN Pidie Jaya


author photo

17 Feb 2018 - 02.23 WIB


Pidie Jaya --- Zaratul Hasni duta PPWI Bireuen bersama beberapa tokoh muda dari Kab. Bireuen melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan Kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN),Sabtu (17/02).


Beberapa waktu lalu, berita tentang pembangunan kampus AKN di Pidie Jaya, tepatnya di Gampong Blang dalam kec. Bandar baru sempat viral di perbincangkan, karena ada beberapa kejanggalan. Pada saat prosesi peletakan batu pertama pada hari Senin tanggal 13/2/2018 banyak terdapat aksesoris Budha, seperti tulisan Cina dan gapura yang didominasi warna merah, sontak kejadian inilah yang menimbulkan banyak perspektif di masyarakat sekitar.


Hal ini dikarenakan pembangunan kampus AKN oleh pemerintah Pidie Jaya ini mendapat sumbangan dana dari Yayasan Budha Tzu Chi sekitar 46 miliyar, dan sudah tersalur sebanyak 17 miliyar dan berita ini juga sedang hangat dibicarakan sampai ke propinsi,"sebutnya.


"Saya, selaku kaum muda tidak bisa hanya diam menikmati berita di sosialmedia, saya harus terjun langsung dan mencari kebenarannya." Di lokasi saya bertemu dengan mandor tukang dan salah seorang tokoh muda setempat.


Tokoh muda "pihak pemerintah saat ini sedang melakukan audiensi kembali bersama seluruh Keuchik setempat dan para Ulama."


"Ya, kami berharap keputusan  tentang pembangunan kampus AKN ini segera di publikasikan. Dan sebenarnya pembangunan kampus ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, tetapi apabila di tengah jalan ada hal yang melanggar syariat Islam, kami kaum muda siap turun untuk meminta pertanggungjawaban," kata salah seorang tokoh muda setempat yang namanya diminta untuk di publikasikan.


Zaratul Hasni pun mengatakan" kenapa saya turun langsung ke lapangan untuk meninjau, dikarenakan banyak sekali perselisihan berita yang dimuat di media, jadi saya selaku kaum muda, juga mengingat permasalahan ini tentang Agama saya, tentang tanah serambi Mekkah, saya harus mencari kebenarannya, dan saya harap juga masyarakat tidak langsung mengambil keputusan dari banyaknya berita di media, tetapi telusuri kembali, datang cari kebenarannya. Sehingga tidak menambah keresahan di hati masyarakat,"tegasnya (Rls).
Bagikan:
KOMENTAR