Dihadiri TA TTG dan PED Bireuen, Desa Ceubo Gelar Sosialisasi Revitalisasi BUMG


author photo

15 Feb 2018 - 18.55 WIB


RADAR ACEH | Bireuen --- Tenaga Ahli Teknologi Tepat Guna (TA TTG) dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Ekonomi Desa (TA PED) dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Aceh wilayah tugas Kabupaten Bireuen hari ini sosialisasikan Revitalisasi dan Penyesuaian BUMG sesuai dengan Permendes Nomor 4 Tahun 2015 yang berlangsung di Meunasah Desa Ceubo Gandapura, Kamis (15/2/2018).


TA PED Zulfikar, SE dalam materinya menyampaikan "Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) di sejumlah desa sudah terbentuk pada periode dana Bantuan Keuangan Peumakmu Gampong (BKPG) pada kisaran tahun 2010-2012. Waktu itu terdapat banyak kendala dilapangan hanya sedikit desa yang berhasil memanfaatkannya,"ujarnya.

 
Lanjut Zulfikar, "sejak ada Dana Desa (DD) tahun 2015 yang dikucurkan pemerintah pusat diseluruh desa Indonesia dengan jumlah yang variatif ratusan juta, Pemerintah Pusat mencanangkan 4 program Prioritas yang harus dijalankan Desa. Diantaranya, Embung Desa, BUMG, Posyantekdes dan Sarana Olah Raga (Sorga) Desa," terangnya.


"Dalam hal ini, BUMG pada 2017 di setiap desa sudah mengalokasi dalam APBG untuk Penyertaan Modal BUMG, dengan jumlah maksimal 250 juta yang diatur dalam Perbub. Dalam membentuk BUMG itu di atur dengan Qanun Gampong, mulai dari Komisaris yang dijabat otomatis oleh Keuchiek (Kepala Desa), sementara Direktur, Ketua Unit dan anggota itu di pilih dalam Musyawarah Desa (Musdes)" ungkap TA PED Bireuen yang akrab disapa Pak Zoel


Tambahnya, "Mengenai kegiatan BUMG, bisa untuk sektor Jual beli Hasil Pertanian, Peternakan, Pabrik Es, Kerajinan, Menjahit untuk kaum perempuan, Simpan Pinjam, Perbengkelan Terpadu dan lainnya sesuai Permendes Nomor 4 Tahun 2015. Untuk Pelaporan bagi hasil minimal dilakukan 2 kali setahun. 


Antara pengelola unit dengan Direktur, BUMG dengan Gampong diatur dalam Standar Operasional (SOP) kegiatan dan bagi hasil seperti 60:40 dengan pengelola usaha, 15-20% untuk Direktur dan pengurus, 30% PAG, sisanya untuk penambahan Modal BUMG, itu bisa di tuangkan dalam Qanun Gampong dengan angka persentasenya sesuai hasil Musdes," jelas Zulfikar dihadapan puluhan warga Gampong Ceubo.


Sementara itu, TA TTG, Yasrizanur, ST, MT, Dipl.He menambahkan, "dalam bidang Teknologi Tepat Guna (TTG) itu bisa diterapkan dengan membentuk lembaga Pos Pelayanan Teknologi Desa (Posyantekdes). Dimana pengurusnya bertugas membuat pelatihan ketrampilan teknologi, seperti mengolah kotoran dan urine kambing menjadi pupuk, mengolah pakan dari jagung, dan lainnya, yang itu semua bisa dilakukan oleh Pelaku BUMG. Intinya, bila dicontohkan Posyantekdes itu Badan Latihan Kerja (BLK) nya Gampong, sedangkan BUMG adalah Dinas Perindustrian Perdagangan," imbuh Yasri.


Selanjutnya, "Kami harap kepada pelaku di Gampong (Desa), untuk tidak lupa 3 hal, pertama menjalankan Program Nasional 4 prioritas, BUMG, Posyantekdes, Embung Desa dan Sorga Desa, untuk Program Kabupaten, Posyandu, Pos KB, Pageu Gampong dan Satgas Narkoba, sedangkan untuk program Desa itu sendiri, Penyelenggaraan Pemerintah Desa, Pembinaan Masyarakat, Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan yang merupakan gabungan program Nasional dan Kabupaten".


"Semoga desa Ceubo khususnya bisa menjalankan itu semua atas dasar Musdes yang dituangkan dalam APBG tahun berjalan, tentu dengan fasilisator P3MD, mulai dari Tenaga Ahli Kabupaten, Pendamping Desa PDP, PDTI dan PLD", pungkas Yasrizanur, pria Lulusan setara S3 Diploma Hydrolic Engineering di U-Tokyo (University Tokyo) Jepang. 


Selanjutnya Tim TA Kabupaten bergerak meninjau lahan untuk pengembangan Peternakan Ayam Pedaging BUMG.

,Peternakan Kambing milik warga, Pabrik Pengolahan Sabut Kelapa milik warga, Pompanisasi milik Desa Ceubo dan diteruskan ke desa Lapang Timu Kecamatan setempat untuk meninjau Embung Desa.


Nampak hadir,  TA TTG Yasrizanur, ST, MT, Dipl.He, TA PED Zulfikar, SE, Pendamping Desa PD Gandapura Muzakir, S.Ag, PDP Musliadi Arhan, Yusniati, PLD Muntasir, ST, Sofyan R, Keuchiek Desa Ceubo Hasbi, Sekdes, Perangkat Desa, Pengurus BUMG, puluhan Masyarakat serta perwakilan kaum perempuan. [SR]
Bagikan:
KOMENTAR