Ratusan Juta Denda PT.Reskarya Harus Dikembalikan ke Negara


author photo

16 Jan 2018 - 08.47 WIB


BIREUEN --- Denda keterlambatan proyek perhari = 1/1000 X nilai kontrak jika proyeknya besar maka cukup banyak yang harus dibayar. Proyek terlambat itu bisa dibilang sering terjadi, apalagi jika pelaksananya kurang menguasai manajemen proyek atau kurang disiplin dalam bekerja, Selasa (16/01).

Pasal 120 Perpres 54 Tahun 2010, tentang sanksi, dan telah direvisi menjadi Pasal 120 Perpres 70 tahun 2012, tentang sanksi keterlambatan Selain perbuatan atau tindakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1). Penyedia Barang/Jasa yang terlambat menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana ditetapkan dalam Kontrak karena kesalahan Penyedia Barang/Jasa.Dikenakan denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari nilai Kontrak atau nilai bagian kontak untuk setiap hari keterlambatan.

Menurut PPK Pembangunan Jalan Jembatan, Amri, saat dihubungi via telepon genggam mengatakan Pengantian Jembatan Krueng Tingkeum, kecamatan Kutablang, Bireuen berakhir pada 31 Desember 2017.

"Denda tetap ada terhadap rekanan pelaksana dan besarnya kita hitung dari pekerjaan yang belum selesai," ujarnya tidak mau merinci besaran nominal. 

Kontrak Pengantian Jembatan Krueng Tingkeum, HK.0203/CTR Bb1.PJN.I/11/APBN/2017 dengan nilai kontrak Rp. 37.667.505.000.

Melihat aturan diatas, denda yang harus dibayarkan PT. Reskarya perharinya sebesar 1/1000 x Rp. 37.667.505.000 = Rp. 37.667.505.

Berakhirnya masa kontrak pada tanggal 31 Desember 2017, maka mulai tanggal 01 Januari sudah masuk denda pertama sehingga hingga tanggal 10 Januari 2018, denda yang harus dibayarkan ke Kas Negara sebesar Rp. 37.667.505 x 10 hari = Rp. 376,675,050. Saat di hubungi pihak rekanan PT Reskarya Muklis tidak menjawab telpon awak media ini [A,007]

Bagikan:
KOMENTAR