Balon Bupati PA Diseret Ke Pengadilan Tipikor

RADAR ACEH | BIREUEN, Bakal calon (Balon) Bupati Bireuen tahun 2017 dari Partai Aceh, Khalili diduga terlibat perkara penggelapan pajak Bireuen.

Sehingga diseret ke meja hijau guna memberi keterangan seputar kasus yang menjerat terdakwa tunggal mantan BUD Pemkab Bireuen Muslem Syamaun.

Kontestan pilkada Kabupaten Bireuen itu, dijadwalkan dimintai keterangannya di hadapan majelis hakim pengadilan tipikor Banda Aceh, Senin (03/10) dalam kapasitas selaku saksi dalam perkara tersebut.

Informasi yang diperoleh Radar Aceh menyebutkan, Khalili tercatat menjadi salah seorang saksi perkara pengemplangan pajak senilai Rp. 21 miliar. Sosok balon bupati yang diusung Partai Aceh ini, disinyalir mengetahui tindak pidana korupsi tersebut sehingga harus dimintai keterangannya di hadapan majelis hakim pengadilan tipikor. Namun hingga berita ini dilansir, belum diketahui apakah yang bersangkutan memenuhi kewajibannya, dalam kapasitas yang diduga selaku penerima aliran dana penggelapan pajak tersebut.

Kasi Penkum Kejati Aceh, Amir Hamzah yang dihubungi wartawan via selelur membenarkan JPU melakukan pemanggilan terhadap Khalili, guna dihadirkan ke pengadilan tipikor sesuai BAP dari penyidik Polda Aceh. Tapi dia mengaku, belum dapat memastikan saksi tersebut dari balon bupati yang diusung oleh Partai Aceh itu.

"Benar ada salah seorang saksi bernama Khalili yang sudah di BAP oleh penyidik kepolisian Polda Aceh, dan sudah kami surati untuk memberi keterangan kepada majelis hakim pengadilan tipikor hari ini. Tapi kami tidak tahu menahu jika itu balon bupati Bireuen, karena dasar pemanggilannya sesuai pemeriksaan penyidik Polda," sebutnya.

Amir Hamzah menuturkan, pihak kejaksaan melakukan pemanggilan terhadap para saksi melalui Sekdakab Bireuen, selanjutnya menyampaikan kepada setiap saksi untuk menghadiri proses peradilan di pengadilan tipikor Banda Aceh. Dia menandaskan, berkas perkara itu sudah dilimpahkan ke pengadilan dan hingga kini sudah beberapa kali disidangkan.

Saat ditanyai tentang hadir tidaknya Khalili pada persidangan hari ini, Amir Hamzah mengaku tidak tahu pasti dirinya belum mendapat informasi seputar kegiatan persidangan perkara itu.

Berdasarkan penelusuran Radar Aceh, Khalili SH bin Abdurrahman (44) warga Gampong Teupin Keupula, Kecamatan Jeunib dimintakan oleh JPU untuk mengikuti proses persidangan di Pengadilan Tipikor Banda Aceh pada Senin 3 Oktober 2016 pukul 09.00 wib, guna memberikan keterangan dihadapan majelis hakim, terkait perkara dugaan penggelapan pajak di Pemkab Bireuen dengan terdakwa Muslem Syamaun. (M Reza)

Radar Network